• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
[the_ad_group id="8923"]
Home Bontang

Menilik Awal Mula Terciptanya Filter Air ‘Ajaib’

by Jelita Nur Khasanah
13 Mei 2023, 10:37
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Filter air sumur menjadi air bersih menjadi salah satu produk unggulan yang ditampilkan di TTG se-Kaltim (Nasrullah/bontangpost.id)

Filter air sumur menjadi air bersih menjadi salah satu produk unggulan yang ditampilkan di TTG se-Kaltim (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Hujan semalam menyisakan genangan. Di depannya, terdapat tirai putih menghiasi salah satu area Stadion Bessai Berinta Bontang. Di tenda-tenda kokoh itu menyajikan karya menawan dari tangan para partisipan. Dari sana muncul harapan yang lebih besar. Agar karya itu bukan hanya untuk penciptanya, tapi mampu memberi manfaat bagi khalayak luas.

Danang Supriyadi menjadi salah satu peserta yang berkesempatan mengisi salah satu stan di sana. Berangkat dari keinginannya menggunakan air tanpa campuran bahan kimia, ia mencoba membuat alat yang mampu mengurangi kadar zat besi. Apalagi melihat keadaan masyarakat yang banyak memakai air sumur bor dan masih harus mengendapkannya menggunakan tawas, kaporit, gamping, atau bahan kimia lain, agar bisa digunakan. Pun durasinya tidak sebentar, karena untuk mengendapkan air dengan sempurna dapat memakan waktu hingga berjam-jam.

Keinginan yang begitu besar membuat hatinya tergerak. Lelaki yang akrab disapa Supri itu menjajaki berbagai cara. Berbekal pengetahuan yang dimilikinya, ia mencoba menggunakan media yang dapat dijadikan filter air. Hingga akhirnya, pilihan itu jatuh pada pasir media tanam bonsai.

Baca Juga:  Bontang Pamerkan 7 Batik Lokal di TTG Se-Kaltim

Keputusan itu ia ambil setelah mencoba menggunakan beberapa media lain seperti karbon, pasir sillica, dan jenis pasir lainnya. Namun penggunaan karbon maupun sillica pasir menurutnya terlalu mahal. Terutama untuk skala rumah tangga. Sehingga pasir media tanam bonsai menjadi pilihan yang paling memungkinkan. Selain mudah ditemukan, produk yang dihasilkan pun bernilai ekonomis dengan perawatan yang lebih mudah.

Pria asal Samarinda itu berhasil melakukan percobaan selama tiga hari tiga malam. Selanjutnta, ia menguji kadar keasaman (pH) air dan penurunan kadar zat besi pada sampel air sebelum dan sesudah menggunakan produk yang ia ciptakan. Pun hasilnya menggembirakan. Karena minyak dan warna kekuningan pada air bisa diendapkan dalam waktu singkat. Bau khas zat besi itu juga ikut menghilang.

“Sudah diuji di laboratorium lingkungan. Hasilnya ada penurunan kadar zat besi dari 0,106 menjadi 0,074 miligram per liter. Kadar pH-nya juga bagus,” tegasnya.

Baca Juga:  Keren, Puluhan Warga Bontang Ciptakan Karya Teknologi Kreatif

Dengan penuh semangat, Supri menjelaskan dua sistem filtrasi yang diaplikasikan pada produknya. Pertama dengan bantuan oksigen, filter mengurai atau memecahkan kandungan zat besi. Oksigen itu masuk melalui lubang kecil. Letaknya sebelum filter pertama dengan instalasi yang ia desain sedemikian rupa. Selanjutnya air tersebut akan melalui filter kedua yang berada di dalam drum, yakni tahap pemisahan air dengan zat besi yang berupa endapan.

Ia melengkapi produk tersebut dengan pompa pengisap dan beberapa valve guna membuka tutup saluran. Ada pula saluran berupa pipa yang berguna untuk membuang endapan zat besi dari drum. Ia tak henti berinovasi, agar produk buatannya dapat digunakan dengan mudah oleh segala kalangan.

Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, Supri berhasil keluar sebagai juara pertama dari Kota Samarinda. Ia menorehkan prestasi dalam perlombaan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang mengantarkannya melaju mewakili Samarinda ke tingkat provinsi.

Rupanya, produk buatannya memiliki banyak peminat. Produk itu telah dikomersilkan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga:  Mulai Kompor Oli Bekas sampai Es Krim Kepiting Warnai Teknologi Tepat Guna di Bontang

“Kebanyakan peminatnya warga lokal Samarinda. Tapi saya juga pernah mengirim ke Medan dan Papua. Saya ke Bontang pun masih meninggalkan lima pesanan,” katanya dengan antusias.

Peruntukkan produk rata-rata digunakan pada kebutuhan rumah tangga, kos-kosan, masjid, hingga tempat wisata. Kapasitasnya pun dapat mengikuti permintaan, sehingga harga produk yang ia tawarkan juga menyesuaikan.

“Harganya berkisar Rp 2 jutaan untuk ukuran 50 liter. Yang sedang saya kerjakan sekarang, pesanan untuk kapasitas 200 liter. Semuanya sudah lengkap, tinggal pakai,” imbuhnya.

Selain kapasitas, Supri juga selalu mempertimbangkan keadaan air yang berbeda. Karena instalasi yang dirancang pun akan berbeda. Hal itu membuat filter ini menjadi salah satu produk yang menjanjikan. Meski begitu, Supri masih merasakan gundah. Sebab produk tersebut belum dipatenkan.

“Saya kira, butuh biaya yang enggak sedikit untuk mematenkan ini. Jadi untuk sekarang, saya belum mengurusnya,” tandasnya.

Dari karyanya, Supri telah melepas kekhawatiran dirinya sendiri. Inovasinya memberi jawaban konkrit atas masalah yang selama ini mengusiknya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Innovation weeksTeknologi tepat gunaTTG
ShareTweetSendShare
[the_ad id="77027"]
Previous Post

Daftar Lowongan Lulusan S1 Semua Jurusan Rekrutmen BUMN 2023

Next Post

Tingkatkan Nasionalisme Lewat Sosialisasi Kebangsaan

Related Posts

Baling-baling Kapal Karya Pemuda Bontang Jawab Keresahan Nelayan
Bontang

Baling-baling Kapal Karya Pemuda Bontang Jawab Keresahan Nelayan

13 Mei 2023, 13:00
Mulai Kompor Oli Bekas sampai Es Krim Kepiting Warnai Teknologi Tepat Guna di Bontang
Bontang

Mulai Kompor Oli Bekas sampai Es Krim Kepiting Warnai Teknologi Tepat Guna di Bontang

10 Mei 2023, 16:00
Bontang Pamerkan 7 Batik Lokal di TTG Se-Kaltim
Bontang

Bontang Pamerkan 7 Batik Lokal di TTG Se-Kaltim

10 Mei 2023, 14:33
Venue TTG Se-Kaltim di Lang-Lang Terkesan Kumuh, Ini yang Dilakukan Pemkot
Bontang

Venue TTG Se-Kaltim di Lang-Lang Terkesan Kumuh, Ini yang Dilakukan Pemkot

8 Mei 2023, 11:24
Keren, Puluhan Warga Bontang Ciptakan Karya Teknologi Kreatif
Bontang

Keren, Puluhan Warga Bontang Ciptakan Karya Teknologi Kreatif

7 Maret 2023, 14:02

Terpopuler

  • Capaian Pajak Sarang Walet di Bontang Masih Nihil

    Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AH Kritik Analogi Gubernur Kaltim soal TGUPP yang Seret Nama Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.