bontangpost.id – Puluhan difabel dan orang terlantar di Kota Bontang mendapat bimbingan sosial yang diinisiasi Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Disos-PM) Bontang.
Asisten Administrasi Umum Pemkot Bontang Sarifah Nurul Hidayati mengungkapkan bahwa gesekan sosial banyak terjadi di Bontang. Utamanya perihal penelantaran orang dan minimnya kesejahteraan bagi difabel.
Oleh sebab itu, dengan adanya kegiatan ini ia berharap mampu mengakomodasi keresahan masyarakat dan memupuk rasa percaya diri untuk lebih peduli terhadap kaum marginal.
Kata dia, hadirnya kegiatan bimbingan sosial bertujuan untuk memperluas jangkauan pelayanan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), memberikan edukasi kepada keluarga agar tidak malu memiliki anak difabel dan merawat kebersamaan keluarga agar tidak terlantar. Sebab, menurutnya keluarga merupakan lingkungan terdekat dalam memberikan kepedulian dan pendampingan.
“Jangan malu jika memiliki keluarga difabel. Justru itu harus didukung untuk memiliki hak yang sama seperti orang pada umumnya. Justru miris rasanya melihat orang yang diterlantarkan dengan sengaja,” bebernya, Kamis (15/6/2023).
Sementara itu, Kepala Disos-PM Bontang Bahtiar Mabe mengatakan giat yang diselenggarakan di BPU Kecamatan Bontang Utara itu melibatkan 30 peserta. Tak hanya melibatkan kaum marginal, pihaknya turut mengundang keluarga difabel dan keluarga orang yang terlantar.
“Kita libatkan keluarga untuk memberi pemahaman bahwa pentingnya mendukung keluarga agar tidak ditelantarkan maupun disembunyikan keberadaannya karena seorang difabel,” kata Bahtiar.
Dalam bimbingan sosial itu, peserta dibekali pengetahuan dan pelatihan untuk mengembangkan kreativitas. Sehingga kemampuan yang dimiliki lebih terarah.
“Semoga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ini bukti komitmen pemerintah untuk membangun SDM masyarakat Bontang bagi difabel dan orang terlantar,” tandasnya. (*)







