bontangpost.id – Belakangan ini wisuda kelulusan untuk murid TK, SD, SMP, dan SMA menjadi topik yang ramai dibahas di media sosial.
Keramaian tersebut juga muncul seputar perdebatan apakah anak TK hingga SMA perlu mengadakan acara kelulusan seperti wisuda mahasiswa.
Dalam berbagai ulasan di media sosial muncul argumen yang menyebutkan bahwa wisuda menjadi kehilangan maknanya sebab sebelumnya hanya digelar di bangku kuliah. Namun, saat ini murid TK hingga SMA juga melakukan wisuda.
Tak hanya itu, muncul pula nada penolakan mengenai wisuda yang dilakukan bagi anak TK hingga SMA karena dinilai pemborosan dan dapat membebani orangtua.
Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang Saparudin mengatakan bahwa kegiatan wisuda dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA merupakan kegiatan yang opsional. Artinya, kegiatan tersebut bisa diadakan sesuai dengan persetujuan wali murid dan pihak sekolah.
Menurutnya, setiap kegiatan di sekolah yang melibatkan murid, satuan pendidikan wajib melibatkan orangtua dan harus didiskusikan dengan komite sekolah. Hal itu dilakukan untuk menentukan pilihan yang terbaik untuk setiap sekolah. Tujuannya agar tidak membebani orangtua.
“Selama ini kami belum pernah menerima keluhan wali murid soal itu. Itu kan ramai diperbincangkan di luar daerah bukan di Bontang. Jadi enggak ada sangkutannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (15/6/2023).
Dia mengatakan, komite sekolah dan kepala sekolah hanya boleh melaksanakan wisuda jika orangtua murid menyatakan mampu dan bersedia. Oleh sebab itu, Sapar bilang dalam hal ini tidak ada kaitannya dengan Disdikbud.
“Itu bukan urusan kami. Karena itu kesepakatan antara komite sekolah dengan wali murid. Mereka yang berhak mengambil keputusan. Kalau tidak sepakat ya jangan dipaksakan,” tuturnya. (*)


