bontangpost.id – Memasuki pertengahan tahun, program 77 event garapan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang belum sepenuhnya terlaksana.
Hal itu turut dibenarkan Kepala Dispopar Bontang Ahmad Aznem. Saat ditemui di ruang kerjannya, Aznem bilang sejak Januari hingga Juli 2023 ini sekira 20 event yang baru terlaksana. Artinya, pada semester awal tahun ini, event yang terlaksana belum mencapai separuh dari target.
“Saya lupa berapa kegiatan yang sudah terlaksana. Karena staf saya belum rekap. Kalau enggak salah sudah 20 kegiatan lah yang terlaksana,” ujarnya, Senin (17/7/2023).
Kendati demikian, Aznem mengklaim hingga akhir tahun nanti semua event yang dirancang bakal terlaksana dengan baik. Sebab, jika menilik kalender event, puncak kegiatan terjadi pada Oktober mendatang. Sebab, bulan tersebut bertepatan dengan hari jadi Kota Bontang.
“Saya harus optimis akhir tahun semua event terlaksana. Apalagi pak wali sudah mempromosikan kemana-mana,” serunya.
Dijelaskan Aznem, event yang digaungkan tidak hanya dari kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja. Melainkan bersumber dari unsur Forkopimda. Seperti Polres, Kodim dan sebagainya. CSR perusahaan pun turut ambil bagian kalender 77 event tersebut.
Disinggung mengenai kendala yang dihadapi, ia mengaku bahwa banyak OPD yang ragu untuk melaksanakan event yang dirancang. Alasannya, banyak yang belum memiliki pengalaman untuk merealisasikannya.
Tidak hanya itu, kendala lain yang dihadapi ialah adanya event serupa antar OPD. Sehingga, salah satu OPD harus mengalah dan menjadwalkan ulang dengan event yang berbeda.
“Kabanyakan sih memang ragu-ragu untuk melaksanakan event yang diajukan. Setiap instansi wajib menggelar event. Minimal satu kegiatan lah,” timpalnya.
Melihat kondisi saat ini, kata Aznem dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan rapat koordinasi antar OPD. Tujuannya untuk mengevaluasi semua event. Pun, apabila Desember mendatang 77 event tidak terlaksana semua, menurutnya itu tidak masalah. Sebab, program tersebut kali pertama digaungkan.
“Nanti kita bahas di Rakor bersama bu sekda. Dan pak wali tidak menargetkan semua event harus terlaksana semua. Paling tidak 50 persen dari total event lah yang harus kami wujudkan. Karena ini kegiatan pertama kami. Tidak bisa dipaksakan harus sempurna,” tandasnya. (*)






