bontangpost.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) memastikan program pemeliharaan jalan mengalami pergeseran. Titik awal yang direncanakan ialah Jalan Ir H Juanda, RE Martadinata, dan Imam Bonjol. Namun demikian berubah menjadi RE Martadinata, Imam Bonjol, dan M Roem.
“Ruas jalan Ir H Juanda sebelumnya masuk. Tetapi karena perhitungan tidak mampu mengakomodasi semua maka kami geser,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Anwar Nurdin.
Menurutnya jika dipaksakan maka pengerjaan hanya sebatas parsial. Imbasnya juga pengerjaan di titik lain tidak maksimal. Kerusakan untuk ruas Jalan RE Martadinata berada di sekitar Pelabuhan Loktuan. Sementara untuk Jalan Imam Bonjol berada di tanjakan yang menghubungkan simpang tiga Jalan Bhayangkara.
“Jalan Imam Bonjol itu memerlukan perbaikan karena ada gelombang di area tanjakan. Belum lagi lubang juga ada di Jalan RE Martadinata,” ucapnya.
Semula Dinas PUPRK memasukkan lima titik dalam program pemeliharaan jalan se-Bontang tahun ini. Selain Imam Bonjol, RE Martadinata, Ir H Juanda terdapat dua titik lain yakni M Roem dan Soekarno-Hatta.
“Akhirnya yang titik Ir H Juanda itu dialihkan ke M Roem. Itu sudah dikerjakan. Selanjutnya akan bergeser ke RE Martadinata,” tutur dia.
Anggaran yang disiapkan untuk rehab ini mencapai Rp3 miliar. Nominal itu termasuk pengawasan teknis. Anggaran bersumber dari APBD Bontang. Kerusakan Jalan Ir H Juanda itu hampir di sepanjang ruas. Mulai dari simpang tiga Gunung Sari hingga Pasar Taman Rawa Indah. Berdasarkan pengukuran google maps panjang jalan ini mencapai 1,8 kilometer. Dengan lebar sekira 6 sampai 7 meter.
“Aspal di ruas jalan ini keropos. terus ada beberapa lubang besar di dekat area pasar,” terangnya.
Nantinya pengerjaan ini akan memangkas terlebih dahulu lapisan atas aspal. Mengingat struktur ketinggian jalan sudah mendekati ketinggian trotoar. Setelah dipotong maka akan ditambal aspal kembali. “Jika langsung maka jalan akan lebih tinggi dibandingkan trotoar,” sebutnya.
Khusus di dekat area pasar langsung dilapisi aspal nantinya. Karena struktur jalan masih rendah. Sehingga masih ada genangan pasca hujan turun. Hingga saat ini anggaran yang diperlukan belum diketahui. Rencananya perencanaan akan masuk di APBD Perubahan. Sementara pengerjaan fisik berpotensi tahun depan. (ak)


