bontangpost.id – Wali Kota Bontang Basri Rase mendorong pengembangan UMKM di Bontang.
Menurutnya, tidak memungkinkan bila menggantungkan hidup di sektor industri, sebab pasti akan mengalami penurunan.
“Maka harus disiapkan langkah menghadapi pasca industri migas,” katanya.
Disebutkan dia, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM harus berbenah. Baik dalam persiapan sumber daya manusia (SDM), perbaikan dan peningkatan produksi, hingga digitalisasi pemasaran.
Adapun ia mengungkapkan, banyak tamu-tamu dari luar daerah yang kerap kebingungan untuk membeli buah tangan. Sementara di Bontang, sarana dan prasarana sentral UMKM di eks gedung Parikesit belum tercukupi.
“Seperti etalase, dan barang-barang yang dibutuhkan masih perlu dilengkapi. Saya berharap dapat tersedia di APBD perubahan ini,” ungkap dia.
Jika demikian, seluruh tamu dari pemerintah daerah hingga perusahaan yang ada di Bontang nantinya harus diarahkan ke sentral UMKM terlebih dahulu.
Hal tersebut diharapkan dapat menggenjot perekonomian di bidang usaha. Apalagi dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN), sehingga inovasi harus terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman.
“Pada 2030, populasi penduduk pasti meningkat sampai jutaan orang. Ini menjadi potensi agar kemandirian masyarakat dapat terbentuk dengan baik,” tandasnya. (*)







