bontangpost.id – Perbaikan Jalan Cipto Mangkusumo telah dimulai, meski sempat terkendala proses pengadaan.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Anwar Nurdin mengatakan, proses lelang berada pada Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) dibatalkan.
Adapun penyedia sudah melalui tahapan seperti memasukkan penawaran hingga evaluasi, namun ada satu dokumen yg tidak memenuhi syarat.
“Lalu pengadaan barang dan jasanya dilanjutkan dengan e-purchasing, karena ternyata penyedia tersebut pernah mengupload di e-katalog,” katanya.
Hal tersebut mempertimbangkan durasi waktu. Bila harus kembali melakukan lelang, dapat memakan waktu sampai satu bulan. Sementara jika menggunakan e-katalog, prosesnya lebih cepat. Penyedia yang melakukan penawaran pun hanya satu, yakni CV Bonanza Indonesia Teknik.
“Karena tidak mungkin jika ditunda lebih lama,” ujar dia.
Jika demikian, proyek perbaikan jalan dapat tetap dilanjutkan. Ia mengungkapkan, sejatinya pihaknya telah mengupayakan agar perbaikan dilakukan sesegera mungkin. Namun harus tetap melalui proses administrasi sesuai dengan prosedur yang ada.
Lebih lanjut, sebelumnya pun pihaknya telah menurunkan tenaga harian lepas (THL) untuk melakukan sejumlah persiapan. Seperti pemasangan rambu-rambu, hingga pembongkaran.
“Karena pembongkaran ini tidak ada dalam katalog. Itu pun penyedia turut membantu,” imbuhnya.
Disebutkan dia, perbaikan jalan tersebut nantinya dengan memasang box culvert di bawah konstruksi badan jalan. Prosesnya pun cukup panjang. Seperti memasang pancang, box culvert, hingga pengecoran.
“Konstruksi di bagian bawah itu tergerus air. Ternyata ada juga pipa yang jebol. Kalau jalannya saja yang diratakan enggak mungkin, karena justru tidak menyelesaikan masalah. Jadi harus dibongkar dan diperbaiki,” sebutnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tetap waspada saat berkendara. Lantaran pihaknya tengah mengupayakan perbaikan tersebut.
Jika pekerjaan di salah satu sisi jalan tersebut rampung, barulah dilanjutkan ke lajur jalan sebelahnya.
“Jadi bukan jalan rusak tidak diperbaiki dan dialihkan, tetapi karena mau diperbaiki, sehingga dialihkan,” tandasnya. (*)







