BONTANG – Untuk memaksimalkan potensi rumput laut di Kota Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Departemen Pembinaan Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) menggelar Pelatihan Tata Boga Olahan Rumput Laut bagi Mitra Binaan Pupuk Kaltim di LPK BBEC, Jalan Gendang 3 Tanjung Limau.
Hadir pula Manajemen Pupuk Kaltim, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskop-UKMP), para Instruktur Pelatihan dari LPK BBEC Kota Bontang, serta peserta Pelatihan Tata Boga.
Dalam laporannya, Panitia Penyelenggara Pelatihan Irma Safni menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan dalam pembinaan di Pupuk Kaltim juga sebagai bentuk inovasi yang terus dilakukan, maka di 2017 program Pelatihan Tata Boga pada olahan rumput laut kembali dilaksanakan.
Tahun ini, Mitra Binaan akan kembali diberi pelatihan untuk mengembangkan inovasi olahan rumput laut menjadi coklat, coklat dodol (cokdol), brownies, pilus keju, dan olahan lainnya. Sekaligus memberikan materi terkait manajemen usaha khususnya dalam tata boga.
“Pelatihan dilaksanakan sejak Senin (22/5) sampai Rabu (24/5) besok. Digelar selama 7 jam pelajaran setiap hari, dari pukul 08.00 sampai 16.00 Wita. Secara keseluruhan memakan waktu selama 21 jam,” jelasnya.
Pelatihan diikuti oleh 25 orang mitra binaan Pupuk Kaltim dari wilayah Gusung, Malahing, Tihi-Tihi, Selangan, Guntung, Loktuan, Tanjung Limau, Bontang Kuala, dan wilayah Bontang sekitarnya. Dibina oleh tiga orang Instruktur dari LPK BBEC, diantaranya Fatmawati, Rodliyah, dan Hariyati.
Sementara itu, Superintenden Bina Lingkungan dan Kemitraan Samsudin Balha menerangkan, Pelatihan Tata Boga patut mendapat apresiasi. Dari hasil pelatihan 2016 lalu, Pelatihan Tata Boga telah menghasilkan inovasi produk dari olahan rumput laut seperti amplang, kembang goyang, stick, snack kertas, ceker, dan sirup lumput laut.
Dari hasil pelatihan tersebut, Mitra Binaan khususnya di wilayah pesisir Kota Bontang, telah mampu meraih pendapatan baru. Produk yang dihasilkan banyak diminati oleh masyarakat dari Bontang dan luar Bontang. Sehingga sampai saat ini, Mitra Binaan terus berproduksi dan telah membentuk suatu kelompok usaha bersama bernama “Sukses Mandiri” yang berada di Kampung Malahing.
Tujuan dari pelatihan ini menjadikan Mintra Binaan sebagai wirausaha mandiri, baik perorangan maupun kelompok. Masyarakat diharapkan memiliki kecakapan hidup dan daya saing yang tinggi untuk meraih harapan masa depan lebih baik.
“Semoga pelatihan ini dapat mendorong dan menciptakan bidang usaha baru melalui pelatihan yang didukung oleh dunia usaha dan industri, mitra usaha, hingga instansi terkait sehingga dapat meciptakan lapangan kerja atau usaha baru. Program ini kita juga sharing dengan pemerintah,” jelasnya.
Ditempat sama, Kadiskop-UKMP melalui Staf Industri Kimia Argo dan Hasil Hutan, Syahruddin Arman Densi mendukung penuh kegiatan yang digelar Pupuk Kaltim bagi Mitra Binaannya. Meski semua olahan masih berasal dari produk hilir, ia berharap usai mengikuti pelatihan, ilmu yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membuka usaha baru serta meningkatkan perekonomian keluarga.
“Ke depan, potensi kelautan yang ada di Kota Bontang dapat dikembangkan lebih maksimal sehingga dapat menarik turis lokal untuk mengunjungi Bontang. Terima kasih kepada Pupuk Kaltim telah menyediakan fasilitas kepada Mitra Binaan untuk mengembangkan inovasi produk dari olahan rumput laut,” tukasnya sekaligus membuka dengan resmi Pelatihan Tata Boga. (ra/adv)







