BONTANGPOST.ID, Bontang – Warga RT 7 Kelurahan Api-Api, Bontang mengambil langkah sigap terkait pengantisipasian luapan air Daerah Aliran Sungai (DAS) Bontang. Apalagi terdapat titik turap yang ambrol setelah banjir (6/4) lalu.
Ketua RT 7 Sunarso mengatakan warga telah melakukan upaya seperti memasang tanggul dengan material tanah.
“Kami sudah melakukan gotong royong pada Sabtu dan Minggu lalu. Saat ini proses membuat tanggul sudah rampung,” kata Sunarso.
Ia berharap nantinya tanggul akan dibuatkan secara permanen. Itu dalam rangka memperkokoh konstruksi terhadap arus sungai yang kencang. Apalagi beberapa hari terakhir Bontang kerap diguyur hujan.
“Kami juga sudah mendengar untuk konstruksi permanen nantinya pengerjaan dimulai bulan depan,” ucapnya.
Warga pun memberikan persetujuan terhadap aktivitas kegiatan tersebut. Selain itu, warga juga telah melakukan peninggian turap. Lokasinya di sekitar bangunan posyandu di wilayah tersebut.
Peninggian menggunakan material batako. Jumlahnya tiga susun ke atas. Ia memperkirakan konstruksi tersebut kokoh karena batako dipasang secara mendatar.
Langkah itu diinisiasi oleh warga. Pasalnya di titik tersebut air hampir meluap saat banjir lalu.
Terkait dengan pengerjaan itu dilakukan secara gotong-royong. Anggarannya pun berasal dari iuran swadaya warga.
“Ada yang menyumbang Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta,” tutur dia.
Ia berharap ke depan permukiman di Perum Bontang Permai itu bebas dari langganan banjir.
Diketahui, banjir pada Minggu (6/4) terjadi pada siang hari. Sekitar 90 persen dari total 163 kepala keluarga terdampak banjir. (ak)







