• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Aksar Sebut Orang Banjar Pemalas, KBBKT Balikpapan Desak Permintaan Maaf

by Redaksi Bontang Post
26 Juli 2025, 15:42
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Aksar menyebut orang Banjar pemalas saat bertemu dengan KDM. (Istimewa)

Aksar menyebut orang Banjar pemalas saat bertemu dengan KDM. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Balikpapan – Pernyataan kontroversial dari seorang pria bernama Aksar yang mengaku berasal dari Balikpapan, menjadi sorotan warganet setelah viral di media sosial. Dalam sebuah pertemuan dengan tokoh publik Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Subang, Aksar menyebut bahwa orang Banjar pemalas. Ucapan tersebut memicu reaksi keras, terutama dari masyarakat suku Banjar.

Dalam video yang beredar, Aksar awalnya tampak menemui KDM dengan tujuan meminta sisa air minumnya. Ia menyampaikan bahwa air tersebut diyakini bisa membawa berkah bagi anaknya yang masih dalam kandungan. Sang istri diketahui tengah hamil tujuh bulan, dan Aksar berharap anaknya bisa secerdas KDM.

Namun, potongan video lain menunjukkan Aksar membuat pernyataan yang menyinggung suku Banjar. Dengan lugas ia berkata, “Orang Kalimantan itu… jujur, Pak. Karena pemalas. Ya, jujur. Nah, kalau untuk kerja, apalagi suku Banjar.”

Pernyataan ini langsung menuai kecaman. Ketua Kerukunan Keluarga Banjar Kalimantan Timur (KKBKT) Balikpapan, H. Redy Asmara, mengecam keras ucapan tersebut.

“Itu sama sekali tidak benar. Orang Banjar juga pekerja keras. Yang berjualan di pasar-pasar, termasuk di Pasar Cenderamata Kebun Sayur Balikpapan yang terkenal itu, banyak berasal dari suku Banjar,” ungkap Redy seperti dikutip dari Catatan Rizal Effendi.

Ia menambahkan, sebagian besar suplai bahan pangan ke Kalimantan Timur, termasuk beras, buah-buahan, dan produk kerajinan tangan, banyak berasal dari Kalimantan Selatan yang didominasi oleh orang Banjar.

“Pertanian padi di Kalsel sangat maju, dan petaninya asli orang Banjar. Jadi kalau dibilang pemalas, itu sama sekali tidak berdasar,” ujarnya.

Redy juga mempertanyakan identitas Aksar. Menurutnya, jika benar Aksar adalah warga Balikpapan, maka ia harus segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Tapi kita harus cek dulu siapa Aksar sebenarnya. Bisa jadi ada kelainan, atau mungkin ini bagian dari penipuan. Yang jelas, dia memalukan,” ucap pengusaha di bidang batu bara itu.

Sementara itu, KDM yang berada di lokasi pun sempat memberikan klarifikasi atas ucapan Aksar. Ia membantah anggapan bahwa orang Kalimantan, termasuk suku Banjar, adalah pemalas.

“Karena sudah kaya, Pak. Sebenarnya bukan malas. Mereka hidup dari alam yang begitu kaya, sehingga tidak harus capek-capek menanam padi. Ikan di rawa dan sungai mudah didapat. Mereka tidak malas, mereka hanya hidup dengan kearifan lokal yang sudah ada sejak lama,” jawab KDM dalam video yang viral tersebut.

Namun Aksar tetap bersikeras dengan pendapatnya. “Nggak juga, Pak. Sebenarnya orang Banjar itu kalau nggak kerja, ya sudah. Mereka sembarang saja perbuatannya,” ujar dia.

Ketika ditanya mengenai aktivitas keseharian masyarakat Banjar, Aksar menjawab dengan jawaban yang tidak jelas dan terkesan merendahkan. “Kebanyakan Banjar itu macam-macam, Pak. Ada Banjar Baru, ada Kenangan, ada Tanjung, ada macam-macam,” katanya.

Pernyataan-pernyataan Aksar ini telah menyulut kemarahan banyak pihak, khususnya dari komunitas Banjar di Kalimantan Timur. Desakan agar Aksar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka semakin kuat terdengar. Tak hanya soal etnis, tapi juga karena ucapannya mencoreng nama baik warga Kalimantan dan menimbulkan kesan negatif yang bisa berdampak luas. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: KBBKT Balikpapan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Beredar di Kaltim, Dua Merek Ini Ternyata Beras Oplosan

Next Post

Wakili Bontang, ASB Pelangi Mandau Raih Runner-up Piala Soeratin U-15 Zona Kaltim

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.