BONTANGPOST.ID, Bontang – Kota Bontang setiap harinya menghasilkan sekitar 107 ton sampah dari berbagai sumber, mayoritas berasal dari rumah tangga. Namun, kemampuan pemerintah dalam mengelola sampah masih terbatas.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Bontang, Syakhruddin, menyebut hanya 28 persen atau sekitar 30 ton sampah yang bisa dikelola setiap harinya. Jenis sampah tersebut antara lain botol dan gelas plastik, kardus, kaleng aluminium, hingga sisa makanan serta potongan daun dan kayu yang diolah menjadi kompos atau pakan ternak.
“Sisanya, sekitar 70 ton sampah langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” jelasnya, Senin (25/8/2025).
Pemerintah juga mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk mempercepat proses pengelolaan. Setiap TPS3R berkapasitas 10 ton per hari, namun rata-rata hanya mampu mengelola sekitar 2 ton.
Saat ini, Pemkot Bontang memiliki lima TPS3R yang tersebar di Kelurahan Guntung, Kanaan, Berbas Tengah, Satimpo, dan Belimbing, ditambah satu TPST di Bontang Kuala. Tahun ini, DLH juga membangun satu TPS3R baru di Kelurahan Tanjung Laut Indah, tepatnya di kawasan Pasar Rawa Indah.
Meski begitu, masih ada delapan kelurahan yang belum memiliki fasilitas pengolahan sampah. Kendalanya, sulitnya mencari lahan dan adanya penolakan warga karena khawatir akan menimbulkan bau.
“Padahal pengelolaan sampah di TPS3R tidak menimbulkan bau. Ini yang terus kami sosialisasikan agar masyarakat tidak lagi khawatir,” pungkasnya. (Dwi Kurniawan Nugroho)

