BONTANGPOST.ID, Bontang – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bontang menyiapkan skema dapur satelit untuk menjangkau wilayah pesisir dan terpencil yang hingga kini belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Empat sekolah masuk dalam sasaran, yakni SD 016, SD 015, SD 014 Bontang Selatan, dan SD 011 Bontang Utara.
Kepala Regional SPPG Bontang Surya Dwi Saputra, menjelaskan bahwa dapur satelit akan menjadi solusi distribusi makanan di wilayah yang sulit diakses kendaraan roda empat atau membutuhkan penyeberangan laut.
“Dapur satelit adalah dapur khusus di daerah 3T. Masaknya langsung di lokasi sesuai jumlah penerima manfaat. Misalnya di Tihi-Tihi ada 300 anak, maka porsi itu dimasak di sana. Namun anggaran tetap turun dari dapur pusat,” terangnya.
Meski memasak dilakukan di wilayah sasaran, mutu dan distribusi tetap diawasi dapur pusat melalui komunikasi harian serta pemantauan berkala. Kepala SPPG juga dijadwalkan melakukan kunjungan rutin mingguan atau sesuai kebutuhan.
Untuk efektivitas, warga lokal akan dilibatkan sebagai tenaga kerja dan penyedia bahan makanan. Namun harga per porsi tetap Rp15 ribu.
“Bahan akan disesuaikan dengan potensi lokal, seperti ikan atau makanan khas setempat, selama sesuai standar harga,” tambah Surya.
Saat ini, teknis skema dapur satelit masih difinalisasi dalam petunjuk pelaksanaan (juknis). SPPG menargetkan program segera berjalan agar seluruh anak penerima manfaat bisa memperoleh gizi merata tanpa terkendala kondisi geografis. (*)







