BONTANGPOST.ID, Bontang – DPRD Bontang turun tangan memediasi kasus konflik antara seorang siswa dengan guru di SDN Bontang Selatan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kedua pihak menolak berdamai.
Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto, mengatakan baik orang tua siswa maupun guru sama-sama bersikeras merasa benar.
“Tidak ada yang mau mengalah, sehingga itikad untuk menyelesaikan masalah secara damai tidak tercapai,” ungkapnya.
DPRD pun menyarankan agar persoalan ini diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang sesuai regulasi yang berlaku. Termasuk, jika ada sanksi kedisiplinan terhadap guru bersangkutan.
“Apakah nanti berupa mutasi atau pemberhentian, sepenuhnya kami serahkan ke Disdikbud,” jelas Heri.
Selain itu, DPRD meminta agar hak pendidikan siswa tetap dijamin. Pihak Disdikbud diminta membantu agar anak tersebut tetap bisa bersekolah di tempat lain bila perlu.
“Jangan sampai siswa ketinggalan pelajaran,” tegasnya.
Kasus ini bermula saat orang tua siswa mengaku anaknya menangis sepulang sekolah karena diduga dipukul guru pada Kamis (21/8/2025) pagi.
“Anak saya mengaku dipukul di bagian dada,” kata orang tua tersebut. Namun, sang guru membantah tudingan itu dan justru memarahi pihak keluarga.
Situasi makin keruh ketika orangtua siswa dikeluarkan dari grup paguyuban kelas, dan anaknya juga dikeluarkan dari kelas. Proses mediasi awal yang difasilitasi pengawas sekolah pun gagal karena guru tidak hadir. Keputusan sementara, siswa diminta tidak masuk sekolah dengan alasan menenangkan diri.
Kini, siswa tersebut sementara dititipkan bersekolah di tempat lain yang lokasinya tidak jauh dari sekolah sebelumnya. (*)





