BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan tengah menangani kasus dugaan kekerasan yang dilakukan seorang guru SD Negeri di Bontang Selatan terhadap muridnya.
Plt Kepala Disdikbud Bontang Saparuddin, mengakui pihaknya sudah menerima berbagai keluhan terkait oknum guru tersebut.
Saat ini, Disdik tengah mempertimbangkan pengusulan mutasi dengan persetujuan Wali Kota Bontang.
“Proses mutasi tentu butuh waktu. Namun sambil menunggu, kami akan memindahkan sekolah anak yang bersangkutan agar tetap bisa belajar dengan nyaman,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, menyatakan sudah menerima laporan resmi dari Disdikbud dan mendukung langkah evaluasi yang dilakukan.
Menurutnya, setiap tenaga pendidik harus melalui penilaian mendalam sebelum diputuskan langkah pembinaan lebih lanjut.
“Evaluasi dulu. Kalau hasilnya memang terbukti banyak laporan, mutasi bisa dilakukan agar ada pembinaan,” ujarnya.
Menanggapi isu kedekatan guru dengan pejabat daerah, Wali Kota Neni menegaskan hal tersebut tidak benar. Ia memastikan proses evaluasi tetap berjalan sesuai prosedur.
“Tidak ada hubungannya. Evaluasi harus tetap jalan,” tegasnya.
Sebelumnya, pihak sekolah juga membenarkan adanya konflik antara wali murid dengan wali kelas yang membuat anak tidak bisa masuk sekolah.
Mediasi sempat difasilitasi pengawas Disdik pada Jumat (22/8/2025), namun guru yang bersangkutan tidak hadir karena dikhawatirkan memicu konflik.
Dari hasil mediasi, sementara anak tersebut dirumahkan sembari menunggu keputusan resmi dari Disdikbud.
“Kami tidak bisa mengambil langkah lebih jauh. Semua menunggu keputusan Disdik,” kata salah satu guru. (Dwi Kurniawan Nugroho)
Catatan Redaksi: Judul dan foto telah disunting untuk menutupi identitas anak sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya




