BONTANGPOST.ID, Bontang – Warga RT 29 Kelurahan Api-Api kembali terdampak banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (15/1/2026) dini hari. Luapan air sungai mulai terjadi sekitar pukul 15.00 dan langsung menggenangi kawasan permukiman.
Salah seorang warga, Sukma Mentari, mengatakan air meluap dari bibir sungai hingga melewati jembatan penghubung. Warga sempat berupaya menahan aliran air dengan menutup tepi jembatan menggunakan karung berisi material.
“Warga sampai menutup tepi jembatan pakai karung. Soalnya alur air sudah di atas jembatan langsung,” kata Sukma.
Akibatnya, kendaraan tidak dapat melintas. Saat berita ini ditulis, ketinggian air di Jalan Jet Ski mencapai lutut anak-anak. Warga pun terpaksa bertahan di rumah karena akses keluar terputus.
“Kendaraan sudah kami amankan di kantor kelurahan,” ujarnya.
Berdasarkan catatan Kaltim Post, dalam kurun delapan hari terakhir, banjir telah tiga kali melanda wilayah tersebut. Banjir pertama terjadi pada 7 Januari, disusul kejadian serupa pada 11 Januari, dan kembali terulang pada Kamis kemarin.
“Capek bersih-bersih terus, sementara datangnya banjir cuma selang beberapa hari,” keluh Sukma.
Ia berharap Pemerintah Kota Bontang segera mengambil langkah penanganan jangka pendek agar warga tidak terus dihantui ancaman banjir, terutama saat curah hujan tinggi.
Luapan air juga berdampak pada lalu lintas di Jalan Ahmad Yani yang mengalami kepadatan. Air mengalir menuju saluran drainase utama di samping lokasi pencucian mobil, menyebabkan kendaraan melaju tersendat. (ak)







