• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Ramadan dan Konsumerisme

by BontangPost
14 Juni 2017, 11:33
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Hj. Muthi' Masfu'ah 'Ma'ruf' AMd

Hj. Muthi' Masfu'ah 'Ma'ruf' AMd

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh:

Hj. Muthi’ Masfu’ah ‘Ma’ruf’ AMd

(Ketua Gagas Citra Media dan Rumah Kreatif Salsabila)

Tanpa disadari setiap memasuki Ramadhan, ummat Islam ‘selalu’ diposisikan sebagai ‘konsumen potensial’ untuk meraup keuntungan bisnis. Sensibilitas keagamaan bagi para pebisnis menjadi senjata yang ampuh untuk mendongkrak tingkat konsumsi dan belanja masyarakat dibanding hari-hari biasa. Terlebih, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia.

Realitasnya  ini tentu saja dapat dengan mudah ditemukan. Lihat di sekitar kita sekarang ini. Berbagai macam barang-barang konsumsi diproduksi dan ditawarkan spesial menyambut bulan suci Ramadhan. Mulai dari sandang, pangan, hingga kartu telepon seluler sekalipun. Termasuk hiburan seperti sinetron, musik, humor, dan ceramah pun sudah mulai tayang atas nama bulan suci Ramadhan. Kemudian muncullah istilah sinetron religi atau album religi para penyanyi maupun grup band yang selalu ditunggu para penggemarnya.

Baca Juga:  Powermu, Hijrahmu

Tengok saja melalui iklan di media cetak maupun elektronik berbagai komoditas yang diproduksi dengan sensibilitas keagamaan dilempar ke pasar. Tentu saja selama bulan puasa produk yang dibuat sudah dibalut dengan “pakaian” bulan suci Ramadhan, Islam. Dan yang tidak kalah penting, sadar maupun tidak sadar, sesungguhnya di situlah terjadi proses penanaman semacam pembenaran atau “Islamisasi” atas perilaku konsumtif umat Islam selama bulan puasa.

Bulan Ramadhan Bulan Kepedulian

Sesungguhnya, Islam menempatkan ibadah puasa pada posisi yang istimewa. Puasa merupakan ibadah yang memadukan keikhlasan hubungan antara manusia dengan Allah SWT (hablum minallah) dan keihklasan hubungan antara manusia dengan manusia (hablum minannas). Secara pribadi puasa merupakan media mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan, karena sangat pribadi Allah SWT sendirilah yang akan membalasnya.

Baca Juga:  Berlomba Mendapatkan Keberkahan Di Bulan Ramadan

Kita sadari atau tidak, manusia pada dasarnya diberikan kecintaan terhadap harta benda sebagai bagian dari naluri mempertahankan diri. Kecintaan ini memicu lahirnya sikap bakhil (pelit dan kikir) serta individualis, konsumeris, mementingan diri sendiri dan enggan berbagi. Salah satu hikmah dan rahasia berpuasa adalah memupuk solidaritas, persamaan derajat, kasih sayang, tepa selira, kepedulian sesama  dan kesetiakawanan sosial.

Demikianlah dari  sisi sosial puasa mengajarkan untuk lebih peduli kepada sesama. Memperbanyak amal sholeh dan bukan menumpuk nafsu konsumtif sendiri. Puasa hendak mengajarkan bagaimana mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itu, Islam pun menegaskan kepedulian sosial ini dengan kewajiban mengeluarkan zakat fitrah di akhir Ramadhan.

Baca Juga:  Berlomba Mendapatkan Keberkahan Di Bulan Ramadan

Untuk itulah puasa bertujuan membentuk pribadi-pribadi yang bertakwa. Takwa adalah derajat paling tinggi di sisi Allah SWT dan mustahil dicapai melalui pemenuhan nafsu pribadi yang bersifat material dan simbolik. Puasa ingin mengajak umat Islam untuk membebaskan diri dari pemenuhan aneka kebutuhan simbolik. Termasuk membebaskan diri dari belenggu konsumerisme. (*)

Tags: Catatan Ramadan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

LUAR BIASA!!! Pupuk Kaltim Raih Properda Emas dan Pembina Adiwiyata 

Next Post

Tiga Truk UPTD Kebersihan Rusak, Meski Berutang, Bupati Langsung Tangani

Related Posts

Powermu, Hijrahmu
Catatan

Powermu, Hijrahmu

10 Juni 2018, 11:00
Berlomba Mendapatkan Keberkahan Di Bulan Ramadan
Catatan

Berlomba Mendapatkan Keberkahan Di Bulan Ramadan

2 Juni 2018, 11:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.