BONTANGPOST.ID, Bontang – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bontang menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran di RT 21, Jalan Veteran Gang Intan, Kelurahan Berebas Tengah, Kamis (26/3/2026) sore.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPC Gerindra Bontang, Agus Haris, yang juga Wakil Wali Kota Bontang. Dia didampingi Sekretaris Gerindra Bontang sekaligus ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, dan pengurus partai lainnya.
Penyaluran bantuan dipusatkan di posko yang didirikan Kelurahan Berbas Tengah bersama FKPM, yang saat ini menghimpun bantuan bagi 12 kepala keluarga (KK) terdampak pada kejadian kebakaran Minggu (22/03/2026) lalu
Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, di antaranya mie beras 17 paket, telur 17 piring, teh, minyak goreng, pakaian layak pakai, serta air mineral sebanyak 17 dus.
Agus Haris menyampaikan rasa prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban para korban.
“Ini merupakan wujud kepedulian DPC Gerindra Kota Bontang dan juga kami selaku pemerintah Kota Bontang,” ungkapnya pejabat yang disapa AH ini.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bontang juga telah menyiapkan hunian sementara berupa Rusunawa dan rumah singgah bagi korban kebakaran yang dapat ditempati secara gratis selama tiga bulan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah. Warga diminta memastikan kompor dalam kondisi mati serta memutus aliran listrik yang tidak digunakan.
“Ini jadi pelajaran buat kita semua. Semoga para korban diberikan ketabahan dan kesabaran atas kejadian ini,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran yang terjadi di Jalan Veteran, Gang Intan Kelurahan Berebas Tengah, Minggu (22/3/2026), diduga berasal dari rumah milik Ketua RT 21 sebelum akhirnya merambat ke bangunan lain.
Warga RT 01, Kodijah, mengungkapkan api dengan cepat membesar dan menyambar rumah-rumah di sekitarnya. Ia menyebut sedikitnya lima bangunan yang dikenalnya terdampak langsung, terdiri dari dua unit rumah kontrakan milik Ketua RT dan tiga rumah warga lainnya.
“Dua bangunan kontrakan rumah pak RT, dan tiga rumah warga yang saya kenal juga terdampak,” ungkapnya. (*)







