BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang resmi memulai uji coba sistem parkir nontunai di tiga pasar utama sejak 1 April 2026. Program ini akan berlangsung selama dua bulan hingga akhir Mei.
Meski sistem nontunai diterapkan, masyarakat tetap dapat melakukan pembayaran tunai. Kepala DKUMPP Bontang, Eko Arisandi, menegaskan hal ini untuk memudahkan pengunjung yang belum terbiasa dengan pembayaran digital.
“Selama uji coba, pembayaran tunai tetap kami sediakan agar semua pengunjung bisa menyesuaikan diri,” ujar Eko, Jumat (3/4/2026).
Penerapan dilakukan secara bertahap dengan adanya petugas di tiap pasar untuk membantu dan memberi edukasi mengenai penggunaan sistem nontunai. Pedagang yang sudah membayar retribusi lapak diberikan kartu akses gratis agar mobilitas mereka lebih mudah.
Beberapa opsi nontunai tersedia, termasuk QRIS, kartu parkir (tap), dan dompet digital seperti ShopeePay. Selama dua bulan uji coba, pihak DKUMPP akan mengevaluasi efektivitas sistem serta kendala yang muncul di lapangan.
Meski beberapa pengunjung mendukung langkah modernisasi, mereka berharap pembayaran tunai tetap tersedia, terutama bagi lansia atau pengunjung yang hanya membawa uang tunai.
“Bagus ada sistem nontunai, tapi tetap harus ada tunai. Tidak semua orang paham teknologi,” ujar Selvi, salah satu pengunjung Pasar Taman Rawa Indah. (*)


