BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus melakukan transformasi layanan perpustakaan. Kini, perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pemberdayaan masyarakat berbasis inklusi sosial.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari program nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang telah berjalan sejak 2023.
“Perpustakaan sekarang bukan cuma tempat baca dan pinjam buku, tapi juga tempat belajar keterampilan yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPK Bontang, Selasa (21/4/2026).
Melalui program tersebut, DPK menghadirkan berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan koleksi buku, seperti memasak, kerajinan makrame, hingga pengolahan kopi. Untuk mendukung kualitas pelatihan, DPK juga menghadirkan narasumber profesional.
“Misalnya ada buku tentang kopi, kita datangkan barista untuk melatih. Ada juga pelatihan public speaking, fotografi, promosi digital, hingga kesehatan,” jelasnya.
Program ini menyasar masyarakat yang membutuhkan, seperti pengangguran, korban PHK, hingga lulusan baru yang ingin memulai usaha. DPK berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi.
DPK juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk mendukung peserta yang ingin berwirausaha, termasuk memfasilitasi bantuan peralatan melalui skema kolaborasi.
Salah satu peserta dari Kelurahan Loktuan bahkan telah mengikuti pelatihan barista dan berencana membuka usaha kafe.
“Kalau ada yang serius mau buka usaha, kita bantu komunikasikan ke perusahaan untuk akses bantuan alat,” tambahnya.
Ke depan, DPK Bontang akan terus mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak agar program pelatihan berkelanjutan dan benar-benar menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sekaligus pemberdayaan masyarakat. (*)







