bontangpost.id – Sejak tatatan kenormalan baru mulai diberlakukan, perlahan seluruh ruang-ruang publik di Bontang dibuka. Meski dibarengi catatan panjang soal penerapan standar protokol kesehatan.
Salah satu yang rencana dibuka kembali ialah Perpustakaan Kota (Perpuskot) Bontang. Bila tak ada aral, Senin (22/3/2020) atau pekan ke-3 Juni ini, Perpuskot bakal membuka layanannya untuk publik.
“Kami lagi menyiapkan (protokol). Insyaallah pekan ketiga bulan ini (Juni) buka,” beber Kasi Pengelolaan dan Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Alifia Rizkiyanti kepada Bontangpost.id.
Dijelaskan, keputusan pembukaan ini diambil usai pihaknya menggelat rapat persiapan tatanan kenormalan baru. Yang digelar beberapa waktu lalu di Kantor DPK Bontang.
Hasilnya, berkaca pada kebijakan yang ditempuh otoritas, serta posisi Bontang yang sudah nol kasus Covid-19, maka sepakat Perpuskot dibuka.
Pembukaan ini tentu saja dengan catatan panjang. Karena pada hakikatnya, pandemi ini belum sepenuhnya berakhir. Kata Afia –sapaan akrabnya-, ada penyesuaian baru.
Misalnya jam operasional perpustakaan dipangkas. Dulunya perpustakaan yang terletak di Jalan HM Ardans ini beroperasi setiap hari, dan dibuka hingga malam. Kini, hanya dibuka Senin-Jumat. Di waktu kerja (Senin-Kamis), buka pukul 08.00-15.00 Wita. Sementara akhir pekan (Jumat) pukul 08.00-11.30 Wita.
“Iya, ini memang lebih singkat,” katanya.
Nantinya bila mulai buka, pengujung Perpuskot akan dibatasi. Maksimal pengunjung yang memasuki Perpukot hanya 30 orang. Sebelum masuk, pengunjung wajib cuci tangan dan ukur suhu tubuh menggunakan thermogun. Sementara penggunaan masker adalah mutlak.
TIDAK SEMUA LAYANAN BUKA
Perpustakaan adalah ruang terbuka. Siapapun diperkenankan menyambangi tempat itu. Meski mulai beroperasi, selama tatanan kenormalan baru, DPK Bontang belum berani membuka seluruh layananannya. Ini sebagai langkah antisipatif untuk hal-hal kurang baik.
Misalnya, layanan night lib atau perpustakaan malam praktis tak ada seiring pemangkasan jam operasional.
Kemudian layanan anak. Ini pun tidak ada. Kata Afia, pihaknya menilai amat riskan bila layanan ini dibuka. Anak-anak rentan akan penyebaran virus. Belum lagi fakta akan sukarnya untuk mendisiplinkan anak-anak patuh protokol.
“Kami enggak berani buka layanan anak. Sementara ditiadakan dulu,” bebernya.
Penutupan layanan anak pun diiringi larangan anak-anak ke Perpuskot. Lagi-lagi pertimbangannya soal kesehatan dan disiplin protokol.
“Jadi program Keliling Dunia Bersama Bunda Paud (Kedubes) sementara ditahan dulu,” ungkapnya.
Sementara layanan andalan Perpuskot, yakni ruang santai yang ada di lantai dasar pun ditiadakan dulu. Pasalnya, ruang itu dipenuhi karpet kain yang biasa dipakai pengunjung membaca santai. Bila itu dibuka, DPK selaku pengelola Perpukot wajib melakukan pembersihan lebih sering. Dan itu tidak mudah.
“Amannya, ruang santai ditutup dulu. Kami enggak mau ambil risiko,” ucapnya.
Terakhir, bagi anggota perpus yang ingin meminjam buku, akan diarahkan melihat katalog buku melalui laman web http://katalogdpkbontang.perpusnas.go.id yang disediakan DPK Bontang.
“Jadi pinjam buku lewat web itu. Nanti petugas kami yang carikan. Jadi tidak lama di perpustakaan,” pungkasnya. (*)







