BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Kalimantan Timur mencatat baru sekitar 35 persen perpustakaan sekolah yang telah terakreditasi.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Perpustakaan Indra Nopika Wijaya. Ia menyebut, masih banyak perpustakaan yang belum memenuhi standar nasional, sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas, khususnya di lingkungan sekolah.
“Perlu strategi untuk mendorong percepatan akreditasi di seluruh perpustakaan,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPK Bontang, Senin (20/4/2026).
Untuk itu, DPK menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari pembinaan ke seluruh perpustakaan, penyusunan jadwal pendampingan rutin setiap tahun, hingga penugasan pustakawan sebagai koordinator pembinaan di tiap wilayah.
“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan secara merata,” tambahnya.
Dari sisi layanan, DPK juga melakukan penguatan melalui pengembangan layanan disabilitas, pemenuhan koleksi minimal 1.000 buku di setiap perpustakaan sekolah, serta program silang layan seperti peminjaman buku hingga tiga bulan dan pertukaran koleksi antarperpustakaan.
Selain itu, pengembangan layanan digital berbasis e-book terus didorong guna memperluas akses literasi masyarakat.
“Kami menargetkan seluruh perpustakaan di Bontang dapat segera memenuhi standar nasional sekaligus meningkatkan kualitas literasi masyarakat secara menyeluruh,” tutupnya. (*)







