BONTANGPOST.ID – Jumlah korban dalam insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Hingga Selasa (28/4) pagi, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengatakan seluruh korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Sementara itu, korban luka saat ini menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Beberapa fasilitas kesehatan yang menangani korban di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella, RS Primaya, RS Mitra Keluarga, RS Hermina, hingga RS Siloam Bekasi Timur. Pihak KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
Selain itu, KAI juga menegaskan seluruh biaya pengobatan korban luka maupun pemakaman korban meninggal akan ditanggung penuh oleh perusahaan bersama pihak asuransi.
Di sisi lain, barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan melalui layanan lost and found. Pendataan dilakukan bersama kepolisian guna membantu proses identifikasi serta pengembalian kepada keluarga korban.
Diketahui, insiden ini terjadi akibat tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4). Hingga kini, investigasi penyebab kecelakaan masih terus berlangsung.


