BONTANGPOST.ID, Bontang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Bontang. Dua pemain basket putra dari SMA Negeri 1 Bontang berhasil menembus ajang bergengsi DBL Camp tingkat nasional.
Keduanya adalah Muhammad Geraldi Nugroho dan Mahdi Saputra, yang terpilih berdasarkan performa impresif saat gelaran DBL Kalimantan Timur pada Februari lalu.
Pelatih basket SMA 1 Bontang, Zahry, mengatakan DBL Camp diikuti pemain terbaik hasil seleksi dari berbagai daerah di Indonesia.
“Peserta merupakan pemain-pemain terbaik dari tiap daerah. Tidak hanya dari tim juara, tapi yang dinilai kualitas individunya,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Geraldi yang berposisi sebagai point guard dikenal sebagai pengatur permainan tim. Ia dinilai memiliki kecerdasan bermain (basket IQ) tinggi dan menjadi sosok pemimpin di lapangan.
“Geraldi itu playmaker. Dia leader di tim dan kualitasnya sudah dikenal,” jelasnya.
Sementara Mahdi Saputra dikenal sebagai pemain serba bisa. Meski berposisi utama sebagai center, ia juga mampu bermain di posisi small forward, mencerminkan gaya pemain basket modern.
“Mahdi fleksibel, bisa main di beberapa posisi. Secara fisik dan skill sangat mendukung,” tambah Zahry.
DBL Camp berlangsung pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Dalam ajang tersebut, para peserta akan menjalani pelatihan intensif sekaligus seleksi ketat bersama ratusan pemain terbaik dari seluruh Indonesia.
Dari proses seleksi tersebut, hanya 12 pemain terbaik yang akan dipilih untuk mengikuti program pelatihan dan mini turnamen di Amerika Serikat.
“Seleksi ini tingkat nasional, dari Aceh sampai Papua. Nanti diambil 12 terbaik untuk ke Amerika,” ungkapnya.
Meski persaingan sangat ketat, Zahry optimistis anak asuhnya mampu bersaing. Ia menargetkan keduanya minimal bisa menembus 50 besar hingga 24 besar nasional.
Selain peluang internasional, DBL Camp juga membuka jalan bagi masa depan akademik para pemain. Ajang ini kerap dimanfaatkan perguruan tinggi untuk mencari atlet potensial melalui jalur beasiswa.
“Biasanya ada scouting dari kampus. Ini kesempatan besar untuk mereka,” katanya.
Saat ini, Geraldi dan Mahdi juga aktif bermain di Kaltim Basketball League (KBL) bersama klub Loktuan Basketball Club (LBC) untuk menambah jam terbang.
Zahry menegaskan kehadiran keduanya sangat berpengaruh bagi tim SMA 1 Bontang. Bahkan, performa tim dinilai menurun saat keduanya tidak bermain penuh.
“Pengaruhnya besar. Tanpa mereka, permainan tim jadi kurang maksimal,” ujarnya.
Dengan potensi dan pengalaman yang terus berkembang, peluang kedua pemain ini untuk bersinar di level nasional hingga internasional semakin terbuka lebar.
“Ini baru awal. Harapan kami mereka terus berkembang dan melangkah lebih jauh,” pungkasnya. (ak)

