BONTANG – Demi kelancaran mudik masyarakat Bontang, Pemkot melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan beragam upaya. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) salahsatunya, dengan menyiapkan dua posko kesehatan yang memiliki fungsi berbeda.
Dua posko tersebut diantaranya Posko Pembinaan Terpadu (Bindu) dan Posko Ketupat. Posko Bindu berlokasi di sudut terminal umum kota Bontang. Fungsi posko ini untuk memeriksa kesehatan sopir bus umum angkutan lebaran. Diskes-KB melakukan beberapa tes wajib sebelum para sopir tersebut mengemudikan kendaraannya.
“Pemeriksaannya berupa tes darah, denyut nadi, dan berat badan,” ujar Kadiskes-KB, dr Indriati As’ad.
Selain pemeriksaan kesehatan, pengemudi juga diberikan penyuluhan terkait bahaya merokok, anti narkoba, dan pentingnya menjaga pola istirahat. Berdasarkan penyuluhan tersebut, apabila ditemukan beberapa poin yang kurang diperhatikan pengemudi, maka sopir tidak diizinkan memberangkatkan busnya.
Kegiatan kontrol kesehatan ini dilakukan secara rutin, bahkan pihak Diskes-KB yang dibantu oleh dokter dan perawat dari Puskesmas Bontang Barat, melakukan kunjungan atau home visit jika sopir tersebut tidak melakukan aktivitas mengemudi beberapa hari.
“Ini sebagai wujud perhatian kami akan kesehatan para pengemudi bus,” tegasnya.
Selain posko Bindu, Diskes-KB juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan kepolisian untuk mendirikan posko Ketupat di Tugu Selamat Datang Kota Bontang pada H-7 sebelum lebaran. Hal ini sehubungan dengan perintah provinsi untuk memberikan pelayanan seputar mudik kepada penumpang.
“Teknisnya nanti jikalau terdapat kecelakaan saat arus mudik, maka tim kami akan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),” tambahnya.(*/ak)







