• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Pasien Kritis Meninggal Setelah Ambulans Terjebak Konvoi Ratusan Pesilat di Karanganyar

by BontangPost
22 Juni 2026, 13:34
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi ambulans yang membawa pasien gawat darurat terhambat oleh konvoi manusia berbaju hitam. (generate AI)

Ilustrasi ambulans yang membawa pasien gawat darurat terhambat oleh konvoi manusia berbaju hitam. (generate AI)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Nasib pilu menimpa Hadi Sukat (61), warga Bulurejo, Desa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Pasien yang berada dalam kondisi kritis tersebut meninggal dunia setelah ambulans yang membawanya ke fasilitas kesehatan terjebak di tengah kepungan konvoi ratusan anggota perguruan silat, Sabtu (20/6) malam.

Peristiwa tragis itu terjadi di ruas Jalan Solo–Tawangmangu. Saat kejadian, arus lalu lintas di jalur tersebut lumpuh akibat dipadati peserta konvoi berpakaian hitam yang tengah merayakan pengesahan anggota baru. Selain memenuhi jalan, kelompok massa tersebut juga menyalakan kembang api dan menggeber knalpot brong, membuat ambulans tidak dapat melintas.

Akibat tertunda mendapatkan penanganan medis lanjutan, nyawa Hadi tidak tertolong. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (21/6) dini hari sekira pukul 02.30 WIB di Puskesmas Karangpandan.

Baca Juga:  Pengumuman Kelulusan, Siswa Dilarang ke Sekolah

Salah seorang pengemudi ambulans yang meminta identitasnya dirahasiakan membeberkan bahwa hambatan sudah terjadi sejak proses penjemputan. Ambulans yang dikemudikannya sempat terjebak macet di kawasan Terminal Bejen dan jembatan arah timur Karanganyar. Ketika armada berhasil tiba di lokasi penjemputan, kondisi korban sudah mengalami sesak napas berat.

“Saat itu kami sedang perjalanan menjemput pasien, tapi perjalanan sudah terhambat kerumunan massa dan lalu lintas padat,” ujarnya, Minggu (21/6).

Situasi tidak berubah membaik saat pasien telah dievakuasi ke dalam mobil. Ketika mencoba kembali melintasi kawasan Bejen menuju fasilitas kesehatan, ambulans justru terjebak kemacetan yang lebih parah akibat konvoi yang kian menyemut. Sesampainya di Puskesmas Karangpandan, pasien akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Baca Juga:  Pengumuman Kelulusan, Siswa Dilarang ke Sekolah

Berkaca dari insiden memilukan ini, para relawan ambulans mendesak adanya perhatian serius dan ketegasan dari pihak berwenang terkait akses kendaraan darurat, terutama saat ada kegiatan massal di jalan raya.

“Ambulans kosong itu sering dianggap tidak membawa pasien. Padahal, bisa saja posisinya sedang berpacu dengan waktu menuju lokasi penjemputan atau menjalankan tugas darurat lainnya,” keluh pengemudi tersebut.

Ia menegaskan, prioritas utama harus tetap diberikan kepada kendaraan ambulans karena menyangkut keselamatan nyawa manusia. “Kami tidak pernah tahu siapa yang sedang membutuhkan pertolongan. Bisa saja keluarga, orang tua, atau anak kita sendiri yang sedang menunggu ambulans itu datang,” pungkasnya.

Berdasarkan surat keterangan kematian, almarhum Hadi Sukat bin Karto Sentono meninggalkan seorang istri, empat anak, dan delapan cucu. Jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di TPU Nongko 2, Gedangan, Karangpandan, pada Minggu (21/6) siang pukul 13.00 WIB. (KPG)

Baca Juga:  Pengumuman Kelulusan, Siswa Dilarang ke Sekolah
Tags: dilarang konvoiKonvoi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ngaku Sudah Empat Kali Maling Mangga, Pemuda di Bontang Jual Hasil Curian ke Pasar

Next Post

DPRD Bontang Soroti Nasib Rencana Industri Pengalengan Ikan

Related Posts

Pengumuman Kelulusan, Siswa Dilarang ke Sekolah
Bontang

Pengumuman Kelulusan, Siswa Dilarang ke Sekolah

2 Mei 2020, 10:08

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.