• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Bontang Dapat Rp5,068 Miliar untuk Tekan Emisi Karbon, Seluruh Anggaran Digenjot Habis pada 2027

by BontangPost
9 Agustus 2026, 15:43
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala Bapenda Bontang, Syahruddin.

Kepala Bapenda Bontang, Syahruddin.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Bontang mendapat suntikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk menekan emisi karbon. Meski nilainya jauh di bawah sejumlah kabupaten di Kalimantan Timur, Pemkot tak ingin dana tersebut mengendap.

Seluruh alokasi bakal digenjot habis pada 2027 melalui program yang tersebar di sejumlah perangkat daerah. Anggaran penurunan emisi karbon tersebut berasal dari pemerintah pusat yang kemudian dialokasikan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada kabupaten dan kota. Bontang memperoleh sekitar Rp5,068 miliar.

Kepala Bapenda Bontang Syahruddin mengatakan, sebenarnya anggaran tersebut tidak wajib dihabiskan dalam satu tahun. Pemanfaatannya memungkinkan dibagi hingga 2027 maupun 2028. Namun, kondisi fiskal daerah menjadi salah satu pertimbangan untuk memaksimalkan penggunaannya tahun depan.

“Karena situasi fiskal kita terbatas, di 2027 kita optimalkan semuanya,” kata Syahruddin, Jumat (7/8/2026).

Dana tersebut bukan hanya untuk penghijauan atau reboisasi. Pemanfaatannya bisa masuk ke berbagai program selama mempunyai dampak terhadap penurunan emisi, khususnya dari sektor deforestasi dan degradasi lahan.

Sejumlah perangkat daerah telah mengajukan kegiatan untuk mendapatkan pembiayaan. Di antaranya Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta perangkat daerah yang membidangi pariwisata.

Usulan kegiatan lebih dulu diverifikasi untuk memastikan sesuai kriteria penggunaan dana. Dengan begitu, anggaran tidak serta-merta bisa digunakan untuk program yang tidak berkaitan dengan target penurunan emisi karbon.

“Yang kami lihat adalah apakah kegiatannya benar-benar menunjang pencapaian penurunan emisi. Itu yang menjadi dasar untuk bisa ter-cover dalam program,” ucapnya.

Program yang memungkinkan dibiayai cukup beragam. Mulai penanaman pohon, penyediaan bibit dan pupuk, kegiatan pertanian ramah lingkungan, hingga peningkatan kapasitas masyarakat.

Pada sektor pertanian, misalnya, kegiatan dapat diarahkan untuk memberikan edukasi kepada petani agar mengurangi praktik pembakaran lahan. Pendekatan serupa juga dapat diterapkan melalui pemberdayaan masyarakat agar aktivitas sehari-hari semakin ramah lingkungan.

Namun, tidak semua pengadaan diperbolehkan. Pembelian kendaraan seperti mobil dan sepeda motor maupun pembangunan fisik yang tidak berkaitan langsung dengan penurunan emisi tidak menjadi prioritas penggunaan anggaran.

“Kalau bibit atau pupuk masih bisa. Tetapi untuk kendaraan maupun pembangunan fisik seperti nurseri, itu tidak disarankan,” tutur dia. Besaran alokasi Bontang juga menarik perhatian. Sebab, kabupaten yang memiliki kawasan hutan luas memperoleh bagian jauh lebih besar.

Syahruddin menyebut Bontang berada pada kelompok daerah perkotaan yang mendapatkan alokasi sekitar Rp5 miliar. Samarinda dan Balikpapan juga memperoleh nilai pada kisaran serupa, meski terdapat perbedaan pada nominal akhirnya.

Sementara kabupaten dengan kawasan hutan lebih luas memperoleh bagian hingga puluhan miliar rupiah. Kutai Timur disebut menjadi salah satu penerima terbesar dengan alokasi lebih dari Rp30 miliar.

“Kalau dilihat, kontribusi kota terhadap pengurangan emisi memang tidak sebesar kabupaten. Kemungkinan itu yang membuat nilai alokasinya lebih kecil,” terangnya.

Kendati demikian, formula pasti yang menjadi dasar penetapan alokasi masih perlu dipastikan. Luas kawasan hutan diperkirakan menjadi salah satu variabel yang diperhitungkan karena dana tersebut berkaitan dengan upaya pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi lahan.

Bontang sendiri memiliki wilayah relatif kecil dengan kawasan hutan yang tidak seluas kabupaten lain di Kaltim.

Kini, pekerjaan rumah Pemkot Bontang adalah memastikan Rp5,068 miliar tersebut benar-benar masuk ke program yang berdampak. Setiap kegiatan yang diajukan perangkat daerah harus melewati verifikasi dan memenuhi kriteria penggunaan anggaran.

Dengan seluruh dana diarahkan terserap pada 2027, program penurunan emisi karbon di Bontang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Anggaran tersebut ditargetkan menyentuh kegiatan konkret, mulai penghijauan, pertanian ramah lingkungan hingga peningkatan kesadaran masyarakat untuk ikut menekan produksi emisi. (ak/kpg)

Tags: Emisi Karbon
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PT IMM Bersama Mahasiswa Gelar Aksi Kolaborasi Tanam Mangrove serta Edukasi Lingkungan di Desa Santan Ilir

Next Post

Dana Kurang Salur Rp402 Miliar Tak Cair, APBD Bontang 2027 Diproyeksi Turun Jadi Rp1,6 Triliun

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.