BONTANGPOST.ID, Bontang – Upaya menarik investasi ke Kota Bontang dinilai masih perlu ditingkatkan. Dalam kurun waktu sekitar satu dekade, hanya dua investasi besar yang tercatat masuk ke daerah tersebut.
Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang Nursalam menilai kondisi itu perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat strategi promosi investasi.
Menurutnya, investasi yang selama ini masuk ke Bontang lebih banyak didorong pertimbangan bisnis dari perusahaan masing-masing. Bukan karena adanya upaya aktif pemerintah daerah dalam menggaet investor.
“Kalau dilihat di lapangan, mereka datang sendiri. Bukan karena kita yang menggaet,” kata Nursalam.
Pandangan tersebut disampaikan Nursalam dalam rapat kerja Komisi B DPRD Bontang bersama pemerintah daerah saat membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal.
Ia menilai, pembahasan regulasi investasi harus dibarengi dengan strategi untuk memperkenalkan potensi Bontang kepada calon investor. Kemudahan perizinan dan pemberian insentif saja dinilai belum cukup untuk meningkatkan minat penanaman modal.
Nursalam menyebut keputusan perusahaan untuk memilih suatu daerah sebagai lokasi investasi juga sangat dipengaruhi oleh pertimbangan bisnis. Salah satunya kedekatan dengan sumber bahan baku.
Ia mencontohkan salah satu perusahaan yang memilih Bontang karena lokasinya relatif dekat dengan sumber bahan baku dari wilayah Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.
Faktor tersebut menjadi bagian dari pertimbangan perusahaan karena berkaitan dengan keberlangsungan operasional dan efisiensi kegiatan usaha.
Menurut Nursalam, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan perlunya Pemkot Bontang menyusun pendekatan yang lebih aktif untuk menawarkan potensi daerah kepada investor.
“Nah, itu indikasi bahwa kita belum sebegitu gencar untuk promosikan atau menarik investor masuk daerah ini,” tandasnya.
Ia berharap Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal nantinya tidak berhenti pada pengaturan administratif. Regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat iklim investasi sekaligus mendorong pemerintah lebih aktif membuka peluang masuknya modal baru ke Bontang. (*)







