BONTANGPOST.ID, Bontang – Masyarakat Bontang yang ingin menambah keterampilan dan memperluas peluang kerja di sektor konstruksi berkesempatan mengikuti pelatihan dan sertifikasi Juru Ukur Konstruksi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Jenjang 2 secara gratis.
Program yang disiapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda ini terbuka bagi lulusan SMA atau sederajat. Bahkan, pencari kerja yang belum memiliki pengalaman kerja juga dapat mendaftar selama memenuhi persyaratan.
Persiapan kegiatan tersebut telah dibahas dalam rapat di Ruang Rapat Dinas PUPRK Bontang beberapa waktu lalu. Pembahasan melibatkan Bidang Bina Konstruksi (BIKON) DPUPR Bontang dan BPVP Samarinda.
Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholish Edy Prabowo, yang akrab disapa Bowo, mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu upaya menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, pekerjaan pengukuran memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan konstruksi sesuai dengan perencanaan. Karena itu, tenaga juru ukur perlu dibekali kemampuan teknis dan kompetensi yang memadai.
“Pelatihan dan sertifikasi Juru Ukur Konstruksi KKNI Jenjang 2 ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas pembangunan di Kota Bontang. Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerjaan infrastruktur dimulai dari titik yang akurat dan perencanaan yang matang,” kata Bowo, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan BPVP Samarinda diharapkan dapat memastikan kompetensi peserta sesuai standar yang dibutuhkan dunia kerja dan ketentuan yang berlaku.
“Kerja sama dengan BPVP Samarinda ini memastikan standar kompetensi yang kami bangun selaras dengan kebutuhan industri dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Bowo berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga proses sertifikasi dengan baik sehingga mampu memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
“Kami berharap para peserta nantinya dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan lulus dengan predikat kompeten,” tuturnya.
Adapun calon peserta perlu memperhatikan sejumlah persyaratan sebelum mendaftar. Pendidikan minimal SMA atau sederajat, dengan pengalaman kerja nol tahun. Artinya, lulusan baru atau fresh graduate tetap berpeluang mengikuti program tersebut.
Peserta juga harus berusia minimal 17 tahun, tidak buta warna, serta belum pernah mengikuti sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai keterampilan teknis yang dibutuhkan juru ukur konstruksi. Materinya mencakup penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan (K3L), persiapan pengukuran, pengoperasian peralatan ukur modern, pemetaan situasi, hingga stake out atau penentuan titik di lapangan berdasarkan gambar rencana.
Jika dinyatakan kompeten, peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi dari BNSP. Sertifikat tersebut dapat menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan di bidang konstruksi sekaligus menjadi bukti pengakuan atas kompetensi sesuai skema yang diikuti.
Pendaftaran pelatihan dan sertifikasi ini dapat dilakukan melalui tautan resmi panitia, yakni https://bit.ly/SertifikasiJuruUkur_2026.
Sementara itu, jadwal dan lokasi pelaksanaan akan diinformasikan lebih lanjut oleh penyelenggara. Calon peserta disarankan memantau informasi resmi terkait kuota, jadwal, serta tahapan pendaftaran sebelum mengikuti program tersebut. (ak)


