BONTANGPOST.ID, Bontang – Penurunan debit air akibat kemarau panjang diduga memperparah perubahan warna air Sungai Bontang Kuala menjadi hitam pekat. Selain faktor alam, pembuangan limbah rumah tangga tanpa pengolahan juga menjadi salah satu penyebab yang tengah diperhatikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang.
Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo mengatakan, pihaknya telah meninjau tiga lokasi setelah menerima aduan terkait kondisi sungai. Titik pemeriksaan meliputi Jembatan Jalan Senam di Kelurahan Api-Api, Jembatan Masjid Tua Al Wahhab, serta jembatan pintu masuk kawasan wisata Bontang Kuala.
“Setelah ada aduan, kami lakukan peninjauan di tiga titik yang masih satu jalur dengan Sungai Bontang,” ungkapnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (21/10/2026).
Dari hasil wawancara dengan warga, saksi, dan sekretaris kelurahan, diketahui bahwa kemarau panjang membuat debit air sungai menurun drastis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan konsentrasi polutan sekaligus memicu pengendapan di aliran sungai.
Di sisi lain, aktivitas rumah tangga juga diduga berkontribusi terhadap perubahan warna air. DLH menyoroti kemungkinan pembuangan limbah cair langsung ke sungai tanpa melalui pengolahan, termasuk dari rumah warga yang belum memiliki septic tank.
Heru menjelaskan, limbah domestik terdiri atas greywater, yakni air buangan dari aktivitas rumah tangga seperti mencuci dan mandi, serta blackwater yang berasal dari toilet. Keduanya dapat memengaruhi kualitas air apabila tidak dikelola dengan baik.
“Limbah domestik, atau yang disebut greywater dan blackwater, juga memengaruhi perubahan warna air,” pungkasnya.
Sebelumnya, air Sungai Bontang Kuala terpantau berubah menjadi hitam pekat sejak Senin (19/10/2026) pagi. Kondisi tersebut masih terlihat hingga Selasa (20/10/2026), sementara penyebab pastinya belum diketahui.
Warga Bontang Kuala, Agung Anugrah, mengaku mendapati perubahan warna air yang tidak biasa. Jika biasanya air sungai tampak keruh kekuningan, kali ini warnanya jauh lebih gelap.
“Biasanya enggak terlalu keruh, agak kuning. Ini hitamnya pekat, enggak tahu kenapa,” ungkapnya. (*)







