BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menyarankan Sitti Rabiah menempuh jalur pengadilan untuk menyelesaikan sengketa kepemilikan lahan di akses masuk Jalan Gotong Royong, Kelurahan Belimbing, Bontang Barat.
Kepala Dinas PUPRK Bontang Mucholis Edi Prabowo mengatakan, jalur hukum diperlukan agar status kepemilikan lahan tersebut memiliki kepastian hukum.
“Sehingga memiliki kekuatan hukum sebagai dasar nantinya,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (29/10/2026).
Persoalan ini mencuat setelah akses jalan menuju Kampung Gotong Royong ditutup menggunakan seng oleh Sitti Rabiah pada Rabu (28/10/2026). Padahal, jalan tersebut dibangun melalui proyek Pemerintah Kota Bontang pada 2025 dengan anggaran sekitar Rp13 miliar dari APBD Bontang.
Terkait penanganan penutupan jalan, Mucholis mengarahkan agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada Bagian Pemerintahan. Menurutnya, akses itu merupakan fasilitas umum sehingga penanganannya perlu dikoordinasikan dengan bagian terkait.
“Terkait penutupan jalan, karena merupakan fasilitas umum, melalui Bagian Pemerintahan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Bontang Post masih berupaya meminta tanggapan Sekretaris Daerah Bontang Sony Suwito Adicahyono, tetapi belum mendapat respons.
Sebelumnya, akses menuju Kampung Gotong Royong, Kelurahan Belimbing, ditutup sepenuhnya menggunakan seng pada Rabu (28/10/2026). Penutupan tersebut membuat warga harus mencari jalur alternatif untuk menuju kawasan itu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, seng menutup seluruh badan jalan. Pada pembatas tersebut terpasang tulisan yang menyatakan lahan akan segera dibangun ruko, disertai nama Sitti Rabiah dan almarhum Yakub Bunga.
Sitti mengklaim lahan di pintu masuk jalan tersebut merupakan miliknya. Ia meminta pemerintah memberikan kejelasan terkait penyelesaian pembebasan lahan yang digunakan untuk pembangunan akses jalan.
Dewi, warga RT 49 Kampung Gotong Royong, mengaku tidak mengetahui rencana penutupan akses tersebut. Ia baru menyadarinya saat pulang kerja dan mendapati jalan sudah terhalang seng. “Ini baru tahu, enggak tahu tiba-tiba ditutup,” ujarnya.
Akibat penutupan itu, warga yang hendak menuju kawasan Gotong Royong harus memutar melalui jalur di sekitar RSUD Taman Husada. (*)



