BONTANGPOST.ID, Bontang – Kontingen Bontang dipastikan kehilangan 25 atlet dalam daftar peserta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Mereka tidak lolos verifikasi yang dilakukan KONI Kaltim karena terkendala persyaratan administrasi kependudukan.
Ketua KONI Bontang Andi Muhammad Amri mengatakan, awalnya terdapat 901 atlet yang diusulkan untuk mengikuti ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Namun, setelah melalui proses pemeriksaan, hanya 876 atlet yang dinyatakan memenuhi ketentuan.
Sebagian atlet yang dicoret diketahui menggunakan KTP dari luar Kaltim. Salah satunya berasal dari Sulawesi sehingga tidak dapat memperkuat kontingen Bontang.
“Memang ada 25 yang tertolak. Karena tadi itu ada yang KTP-nya di luar Kaltim, salah satunya dari Sulawesi,” ungkapnya.
Andi menjelaskan, atlet yang memiliki identitas dari kabupaten atau kota lain di wilayah Kaltim masih berpeluang membela Bontang dengan melengkapi legalitas dari cabang olahraga (cabor) asal. Berbeda dengan atlet yang menggunakan KTP luar provinsi, yang tidak dapat lolos dalam sistem verifikasi.
Kondisi ini membuat KONI Bontang perlu lebih mengandalkan potensi atlet hasil pembinaan daerah. Andi menilai, aturan tersebut menjadi dorongan bagi setiap cabor untuk mengembangkan kemampuan atlet lokal, bukan sekadar mengandalkan perekrutan dari luar daerah demi mengejar medali.
“Sebagai Ketua KONI, saya berterima kasih dengan sistem ini. Artinya, kita punya tantangan untuk melakukan pembinaan internal di daerah. Bakat-bakat yang selama ini tidak tersentuh perlu kita maksimalkan,” jelasnya.
Di tengah berkurangnya jumlah atlet, persiapan kontingen Bontang tetap berlanjut. Sebanyak 876 atlet akan diturunkan pada 60 cabang olahraga dalam Porprov Kaltim yang dijadwalkan berlangsung November 2026.
KONI Bontang pun tetap memasang target menembus tiga besar. Andi berharap, keterbatasan dalam merekrut atlet dari luar daerah tidak menyurutkan daya saing kontingen.
Sebaliknya, kondisi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan memaksimalkan kemampuan atlet lokal Bontang. (*)







