• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

​Anjing Berkepala Manusia Teror Lempake

by M Zulfikar Akbar
29 Juni 2017, 13:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Foto : Ilustrasi Net

Foto : Ilustrasi Net

Share on FacebookShare on Twitter

Diduga Mengisap Darah, Puluhan Hewan Ternak Mati 



SAMARINDA. Sejak akhir Ramadan hingga Lebaran, warga di lingkungan Jalan Magelang, Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, dibuat resah. Warga resah dengan keberadaan hewan jadi-jadian. Hewan aneh itu diduga memangsa binatang ternak warga.

Yang mengerikan, hewan jadi-jadian yang pernah dipergoki warga bertubuh anjing dan berkepala manusia. Selain itu, ekor binatang misterius itu juga sempat dilihat menyerupai ekor kuda. 

Saksi mata yang pernah melihat binatang misterius tersebut adalah Sueb (32), warga setempat yang saat kejadian melaksanakan ronda. Saat itu Sueb sedang melaksanakan ronda di sekitar tempat tinggalnya Selasa (27/6) dini hari.

Sekitar pukul 01.00 Wita, Sueb menyaksikan sendiri binatang berbentuk aneh tersebut. Sebenarnya Sueb berencana hendak menangkapnya setelah penasaran mendengar kabar warga perihal banyak hewan ternak yang mati misterius. Namun begitu sudah berhadap-hadapan dengan binatang jadi-jadian tersebut, Sueb jadi keder. 

“Tubuhnya anjing, tapi kepala manusia. Saya tak bisa menggerakkan badan saat hewan itu melintas, terus masuk ke dalam hutan di belakang rumah penduduk,” ujar Sueb kepada Sapos.

Informasi yang diperoleh Sapos, dalam 10 hari terakhir puluhan binantang ternak warga mati mengenaskan. Ternak warga mati dengan kondisi darah mengering, dengan menyisakan beberapa gigitan di tubuh.

Gigitan meninggalkan bekas lubang ditemukan di leher, paha hingga perut. Biasanya ternak tersebut mati saat malam, tanpa ada menimbulkan suara gaduh atau keributan.
Warga berkeyakinan kematian, kambing dan ayam yang totalnya mencapai 45 ekor itu akibat diserang binatang jadi-jadian tersebut. Usai darah diisap dan ternak mati, lalu ditinggalkan begitu saja.  
Asrodi (52), seorang warga di lingkungan RT 16 menyebutkan, sebelumnya dia memiliki 8 ekor kambing. Seminggu lalu, 2 ekor kambingnya mati dalam kandang. Kemudian Selasa (27/6) dua ekor kambingnya kembali mati, juga dalam kandang.
“Semua mati akibat gigitan dan anehnya tak ada bercak darah. Di tubuh kambing juga tak setetes darahpun yang tersisa,” ungkap Asrodi kepada Sapos, Rabu (28/6) kemarin.
Sapos juga sempat diajak Asrodi membongkar kuburan kambingnya yang tewas, tak jauh dari kandangnya. Saat diteliti memang ada bekas gigitan di perut kambing dan bercak darah menempel di sekitar gigitan.
Saking gemas dan penasaran, Asrodi sempat berencana mencari tahu serta menyaksikan sendiri penyebab tewasnya hewan-hewan peliharaannya. 
“Selasa malam saya memang sudah berjaga. Tepat pukul 02.00 Wita dini hari saya melihat dua ekor binatang berbentuk anjing berkeliaran di sekitar kandang. Satu ekor berbulu putih berbadan besar dan yang satu kecil berbulu coklat,” ceritanya.
Asrodi yakin binatang itulah yang membunuh ternaknya. Asrodi yang bersembunyi tak jauh dari kandang langsung mengejar binatang tersebut hingga ke tengah ladang. Asrodi sempat melemparkan parang yang dibawanya, namun sayang tak mengenai binatang yang dikejarnya tersebut.
“Binatang itu langsung kabur ke arah bukit yang penuh semak-semak. Saya tak bisa lagi mengejarnya,” tuturnya. 
Warga lain di RT 20 bernama Ngateman (43) mengaku, dia kehilangan 8 ekor kambing dalam seminggu terakhir. Kini di kandangnya hanya bersisa 4 ekor kambing. Padahal kambing yang telah mati adalah kambing gemuk yang rencana akan dijualnya.
“Seminggu yang lalu 4 ekor kambing saya tewas bersamaan dalam kandang. Kambing tewas dengan luka gigitan di leher dan perut. Yang anehnya tak satupun darah yang tersisa, seperti kering diisap,” bebernya.
Lanjutnya lagi menjelaskan, kejadian terakhir dua hari menjelang Lebaran 4 ekor kambingnya kembali mengalami nasib yang sama. Kambing milik Ngateman mati dalam kandang dengan luka gigitan, tanpa menyisakan darah sedikitpun.
”Dua saya temukan dalam kandang dan yang dua lagi sempat diseret keluar kandang. Kambing yang diseret itu diletakkan di bawah pohon pisang. Semua kambing utuh, hanya darahnya kering,” terangnya. (kis/rin/nha/Jpnn)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: jadijadiankepalamanusiasiluman
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

​Arus Mudik Mulai Padat  Hari Ini

Next Post

Arus Balik, KM Queen Soya Sepi Penumpang

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.