Neni Hadiri Forum Kepala Daerah Perempuan se-Indonesia
JAKARTA – Bersama seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah perempuan se-Indonesia, Wali Kota Bontang Hj Neni Moerniaeni menghadiri pertemuan Forum Komunikasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Perempuan se-Indonesia yang berlangsung di ruang rapat Hotel Sahid, Jalan Jendral Sudirman Kav 86 Jakarta, Selasa (22/8) malam lalu.
Pertemuan Forum Komunikasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Perempuan Se- Indonesia yang dibuka secara resmi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Susana Yembise ini, mengusung tema “Mewujudkan Kebijakan Pembangunan yang Berkeadilan Secara Inklus” bertujuan untuk membangun komitmen bagi perempuan kepala daerah dalam mewujudkan kebijakan pembangunan yang berkeadilan gender.
Dalam sambutannya, Menteri Yohana Susana Yembise mengapresiasi semangat seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah perempuan Se- Indonesia, yang sangat antusias mengikuti seluruh rangkain kegiatan ini. Menurutnya, di era sekarang ini, perempuan-perempuan telah menjadi inspirasi sejalan dengan kemampuan dalam mengelola pemerintahan yang aktif, walaupun dalam kenyataannya saat ini masih sangat sedikit perempuan yang memegang tampuk kepemimpinan di jabatan-jabatan publik di negeri ini.
“Namun demikian, semangat dan potensi perempuan untuk memimpin sangat lah besar, dan senantiasa diberikan kesempatan oleh pemerintah RI. Dan tidak dapat kita pungkiri memang potensi diri perempuan serta kapasistas leadership yang kita miliki, merupakan kekayaan tersendiri dalam konteks kualitas SDM. Untuk itu, menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah amanah yang harus diemban, dengan penuh rasa tanggung jawab sekaligus untuk membuktikan kalau perempuan memang pantas dan layak menjadi pemimpin,” terang Yohana.
Lebih lanjut, Yohana Susana Yembise menyampaikan, untuk menyongsong SDGs terutama goals 5 tentang kesetaraan gender pada planet gender Equality 50:50 persen pada tahun 2030 di Indonesia, dengan terus mendorong peningkatan peran perempuan dalam bidang politik dan pengambilan keputusan di ranah domestik dan ranah publik. Perempuan yang berwatak pemimpin memiliki ruang yang luas untuk mengisi jabatan publik pada level lokan kabupaten, kota dan provinsi.
Sementara Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyatakan, seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah perempuan Se- Indonesia, berkomitmen untuk mengoptimalkan peran perempuan kepala daerah dalam menyukseskan agenda planet gender Equality 50:50 persen pada tahun 2030 di Indonesia, dan khususnya di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, kuota jabatan untuk perempuan telah dipenuhi sebagaimana tuntutan penyetaraan gender.
“Sedangkan untuk perlindungan perempuan dan anak di Kota Bontang, Alhmdulillah, terlaksana dengan baik dan hal tersebut dapat kita buktikan dengan ditetapkannya Bontang sebagai Kota Layak Anak. Untuk perlindungan perempuan dan anak serta penyetaraan gender, pemerintah Kota Bontang sejauh ini juga masih konsisten dengan komitmen tersebut,” ungkapnya. (hms7)






