• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Hoaks atau Tidak?

Awas Tertipu Bunga Langka

by BontangPost
29 Agustus 2017, 11:20
in Hoaks atau Tidak?
Reading Time: 2 mins read
0
FAKTA Gambar yang disebut-sebut sebagai bunga megapuspa (Kiri)adalah soft coral jenis sea pen. Tempatnya di kedalaman laut, bukan di Puncak Jayawijaya.(Kanan)

FAKTA Gambar yang disebut-sebut sebagai bunga megapuspa (Kiri)adalah soft coral jenis sea pen. Tempatnya di kedalaman laut, bukan di Puncak Jayawijaya.(Kanan)

Share on FacebookShare on Twitter

KEBOHONGAN berikut ini terkesan sangat konyol. Bayangkan, gambar sebuah karang di dasar lautan dipelintir menjadi bunga yang mekar di atas pegunungan. Yang percaya? Buaaanyakkkk… Bahkan, mereka ikut-ikutan menyebarkan di media sosial.

”Bunga Megapuspa yg mekar di puncak jayawijaya Papua (di dunia hanya ada di papua) yg mekar 33 th sekali ..tadi jam 14.30 WIT terjadi pemekaran. Masya Allah kebesaran Tuhan dan kekayaan Indonesia yang luar biasa.” Begitu tulis pemilik akun Facebook Iis Nurul Khasanah.

Status itu ditulis Iis sembari meng-upload sebuah gambar yang terlihat menyerupai bunga. Dari pencarian yang dilakukan Jawa Pos di media sosial, bukan hanya Iis yang takjub dan mengunggah foto yang sama. Sebaran foto itu juga tidak hanya terlihat di Facebook. Ada juga di YouTube, Pinterest, dan grup-grup WhatsApp.

Baca Juga:  Awas Tipuan Bantuan BPJS Kesehatan

Di YouTube bahkan ada video yang baru di-upload dua hari lalu, tapi sudah ditonton 2.073 kali (hingga kemarin malam). Video itu diunggah pemilik akun bernama Rina Listyowati. Meski hanya slideshow sebuah foto, tetap saja ada yang percaya.

Ternyata gambar itu bukanlah sebuah bunga dengan nama megapuspa. Lokasinya juga bukan di Puncak Jayawijaya, Papua. Gambar itu merupakan jenis sea pen. Sebuah koloni laut yang dikelompokkan dalam oktocoral atau soft corals. Karang itu biasa ditemukan di perairan tropis atau sedang di seluruh dunia. Biasanya di kedalaman 6.100 meter.

Kurator Invertebrate Zoology dari California Academy of Sciences Gary Williams pernah melakukan penelitian soal sea pen. Penelitiannya diterbitkan di jurnal ilmu pengetahuan, PLos ONE (Public Library of Science). Ada 15 foto yang dipaparkan Gary soal kehidupan sea pen. Foto-foto soal sea pen itu diambil dari beberapa perairan di Filipina.

Baca Juga:  Maling Anjing di Medan Jadi Hoax Gempa Lombok

Koral itu diberi nama sea pen karena bentuknya yang seperti pena. Meski begitu, bentuknya sendiri lebih mirip bulu, cambuk, atau cacing. Sea pen bisa tumbuh dari 5 cm hingga 2 meter. ”Sulit untuk menentukan apakah satu bentuk sea pen itu merupakan sebuah individu atau terdiri atas koloni yang menyatu,” kata Williams. Anda bisa melihat galeri sea pen milik Gary lewat link yang sudah kami singkat berikut ini: http://bit.ly/HoaxMegaPuspa.

Ternyata info palsu soal bunga termasuk kategori hoax lama bersemi kembali (HLBK). Sebab, informasi dan foto yang sama pernah menyebar pada 2015 dan 2016. Penyebarannya tidak hanya terjadi di Indonesia. Pernah juga ditemukan informasi yang sama di India, dalam bahasa Inggris. Hanya, dalam informasi yang beredar di luar negeri, gambar itu disebut sebagai nagapushpa atau naga pushpam yang mekar di Puncak Himalaya.

Baca Juga:  Tuduhan untuk Bayam Campur Tahu

Nagapushpa merupakan bahasa Sanskerta. Nama itu memang merujuk pada sebuah pohon mesua ferrea. Bentuknya pohon. Berbeda jauh dengan bentuk sea pen. Pohon nagapushpa bisa ditemukan di timur Himalaya dan kawasan Western Ghats India. Pohon tersebut biasa tumbuh di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Jadi, kalau Anda mendapatkan kiriman gambar sea pen, yang itu disebut tanaman langka yang mekar 33 tahun sekali atau megapuspa, nagapushpa, dan naga pushpam, langsung saja katakan hoax. Sekalian bantu pengguna medsos lain agar tidak terus-menerus dikibuli. (gun/eko/c17/fat)

 

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Hoax Atau Tidak
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Cegah Ujaran Kebencian dengan Patroli Medsos

Next Post

Safaruddin Masuk Bursa

Related Posts

Dikira Bukan Istri Sandi
Hoaks atau Tidak?

Dikira Bukan Istri Sandi

19 Oktober 2018, 13:30
Viralnya Tulisan Clickbait Kapolri vs Amien Rais
Hoaks atau Tidak?

Viralnya Tulisan Clickbait Kapolri vs Amien Rais

18 Oktober 2018, 11:49
Heboh Paket Gelap di Jogja
Hoaks atau Tidak?

Heboh Paket Gelap di Jogja

16 Oktober 2018, 11:49
Warga Dihebohkan Informasi Penculikan di Medsos
Breaking News

Warga Dihebohkan Informasi Penculikan di Medsos

13 Oktober 2018, 11:05
Hoax Dihipnosis Pria Baju Lambang Pancasila
Hoaks atau Tidak?

Hoax Dihipnosis Pria Baju Lambang Pancasila

6 Oktober 2018, 11:49
Foto Tol Balikpapan–Samarinda, Bukan Gedebage–Cilacap
Hoaks atau Tidak?

Foto Tol Balikpapan–Samarinda, Bukan Gedebage–Cilacap

3 Oktober 2018, 11:49

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.