Inventarisir Keluhan Kelompok Tani, Bantu Carikan Solusi
BONTANG – Kodim 0908/BTG menggelar rapat koordinasi dan evaluasi terkait program upaya khusus (upsus) luas tambah tanam periode April-September, Jumat (8/9) kemarin. Rapat yang mengundang seluruh ketua kelompok tani di Bontang yang berada di bawah naungan Kodim 0908/BTG itu dilaksanakan di salah satu rumah anggota kelompok tani, yaitu Anas yang berlokasi di wilayah Nyerakat, Bontang Lestari.
Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Dandim 0908/BTG Letkol Arh Gunawan Wibisono itu mengedepankan dialog langsung dengan sembilan kelompok tani yang hadir guna menginventarisir keluhan dan kendala para petani di lapangan, serta mencarikan solusi atas kendala tersebut.
“Ini dilakukan Kodim 0908/BTG dalam upaya swasembada pangan agar bisa mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dengan kondisi lahan sawah tadah hujan dan padi gunung, tentu kondisi alam yang dihadapi para petani sangat bervariasi,” ujarnya, Sabtu (9/9) kemarin.
Adapun keluhan dari petani yang diinventarisir yakni, mereka dihadapkan dengan hama tikus dan burung pipit yang berpotensi bisa membuat gagal panen. Selain itu, para kelompok tani juga mengeluhkan tentang bibit, pupuk, dan obat-obatan tanaman. Hal ini tentu menjadi perhatian khusus untuk segera diatasi melalui dukungan seluruh pihak terkait.
“Untuk itu, Kodim 0908/BTG bersama Pemkot dalam hal ini Dinas Pertanian berencana akan bekerjasama dengan PT Pupuk Kaltim sebagai upaya membantu petani,” ungkapnya kepada Bontang Post.
Usai melakukan dialog, Dandim Gunawan juga melaksanakan pengecekan ke lokasi lahan sawah pertanian milik Kelompok Tani Sukses Bersama Kansan bersama Ketua kelompoknya, Matius.
Sebagai informasi, dalam rapat tersebut juga dihadiri salah satu Kepala bidang (Kabid) dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), Kepala BPL Bambang, serta sembilan ketua kelompok tani di Bontang yakni kelompok tani sabar menanti, tapat guna, subur baru, katya lestari, bersama, bima tani sejahtera, sukses bersama kansan, padaidi, serta dumber usaha.
Selain evaluasi upaya khusus (upsus) luas tambah tanam periode April-September, dalam rapat ini juga membahas tentang persiapan rencana luas tambah tanam bagi para kelompok tani untuk periode Oktober 2017-Maret 2018. (bbg)







