• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Setitik Surga di Kota Taman 

by BontangPost
10 September 2017, 11:07
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
PADAT: Jejeran rumah di atas laut jadi ikon wisata tersendiri di Kota Taman. Tampak Bontang Kuala difoto dari udara.(Fahmi Fajri/Bontang Post)

PADAT: Jejeran rumah di atas laut jadi ikon wisata tersendiri di Kota Taman. Tampak Bontang Kuala difoto dari udara.(Fahmi Fajri/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG Kuala tak ubahnya setitik surga yang diturunkan ke bumi. Menyimpan daya tarik tersendiri bagi masyarakat baik lokal maupun luar daerah, hingga mancanegara. Tak hanya besar dengan potensi alamnya, namun juga jadi rumah bagi masyarakat menggantungkan hidupnya. Berikut ulasan tim Zetizen Bontang Post mengunjungi spot wisata terfavorit di Kota Taman. (*/nk/*/swr/*/len/*/mus/*/nf/*/res/*/tik/*/ce/*/np/zul)

PESTA LAUT: Tampak para penari sedang menunjukkan kebolehannya dalam Pesta Laut, November 2016 silam.(Dok/Bontang Post)

Pesta Laut, Wujud Rasa Syukur 

MEMASUKI perkampungan Bontang Kuala (BK), detak kehidupan laut begitu terasa. Kehidupan yang bebas namun saling mengokohkan sebagai orang pinggir laut. Napas mereka begitu lekat dengan hembusan aroma khas anyir. Desing suara kapal nelayan yang lalu lalang adalah irama hidup mereka yang seolah nyanyian hidupnya.

Kampung ini seperti tak pernah tidur. Pasalnya, riuh suara geladak kayu yang terlindas roda kendaraan bermotor tak henti-henti berbunyi. Bagi kita yang baru pertama kali mengunjungi BK mungkin terbesit tanya atau membayangkan, bagaimana bisa tidur di antara ributnya jalanan, kayu ulin yang seolah tiada henti? Bagaimana para balita bisa tertawa ceria berlarian di atas jalanan sempit yang di bawahnya air? Bagaimana kalau terjatuh? Yah, itulah menariknya kampung wisata laut Bontang Kuala.

Baca Juga:  MENDIDIK ANAK BERPUASA

Angin senja berhembus diiringi semburat awan jingga yang memesona ketika kami menginjakkan kaki di ujung pelabuhan BK. Harum wangi aneka jajanan para pedagang menambah nafsu lapar meningkat, puluhan pengunjung tampak asyik menikmati suasana sore bersama keluarganya.Bontang Kuala memiliki tradisi yang melekat di atas gulungan ombak yaitu Pesta Laut. Perayaan pesta laut menjadi daya tarik di Bontang Kuala. “Pencetus pesta laut sendiri dari tokoh-tokoh masyarakat,” ujar Mansyur (42), warga asli Bontang Kuala.

Diadakannya Pesta Laut menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya, namun tanggal perayaan tak ditetapkan. Pesta laut merupakan perayaan yang telah dilaksanakan sejak dahulu berkat kepercayaan masyarakat setempat dalam mensyukuri nikmat Tuhan.

Sejak dicetuskannya Pesta Laut, hal-hal aneh tak pernah terjadi dalam perayaan adat di Bontang Kuala tersebut. “Pesta laut merupakan wujud dari rasa syukur dan untuk melestarikan pesta laut hingga ke luar daerah,” sambung Mansyur. (*/nk/*/nf/*/np)

BERLIBUR: Para wisatawan tampak menikmati suasana di Bontang Kuala dengan duduk di pinggir dermaga maupun menikmati kuliner yang tersedia.(Respati Putri/Zetizen Bontang Post)

Tempat Wisata Pilihan 

EKSOTIKA Bontang Kuala (BK) memang menarik perhatian masyarakat Bontang. Tak terkecuali yang dirasakan Agus dan keluarganya kala berkunjung ke kampung wisata di atas laut ini. Menurutnya, tak ada lagi tempat bersantai senyaman Bontang Kuala di Kota Taman. “Di Bontang enggak ada lagi tempat bersantai seperti BK, duduk-duduk melihat laut, menikmati angin, sambil duduk di area rumah di atas air. Beda gitu dari yang lain,” ucapnya.

Baca Juga:  ‘Soal Ibu Kota Tak Perlu Dibahas Dulu’

Saking terpesonanya dengan Bontang Kuala, Agus bahkan juga ingin tinggal di kampung atas laut ini. Menurutnya, menjadi suatu kebanggaan untuk tinggal di wilayah pariwisata ternama di Bontang. “Jika ada rejeki, saya mau saja untuk tinggal disini. Namun karena profesi saya sebagai pedagang pasar di Pasar Telihan, maka untuk saat ini masih belum bisa untuk tinggal di area BK. Tapi keinginan sih ingin sekali,” pungkasnya. (*/res/*/tik/*/ce)

PARKIR SEMBARANGAN: Tampak motor yang terlihat parkir sembarangan di Bontang Kuala.(Diva Iswari/Zetizen Bontang Post)

Masih Banyak Parkir Sembarangan

SEBAGAI tempat wisata, Bontang Kuala juga masih menyisakan masalah tersendiri. Membludaknya pengunjung, kerap kali membuat lahan parkir yang disediakan penuh. Tak heran, banyak pengunjung yang akhirnya memarkirkan kendaraannya di tempat yang tak seharusnya. Bahkan alasan mencari tempat yang strategis dan lebih dekat juga kerap kali digunakan. “Padahal tempat parkiran masih luas, tapi kadang pengunjung datang dan parkir sembarangan, maunya yang dekat,” ujar Yayang, salah satu pedagang di Bontang Kuala.

Baca Juga:  Tangguh dengan PMR 

Hal itu terus berulang kali terjadi walaupun sudah diperingatkan dan diberi tulisan “Dilarang Parkir”. “Partisipasi pedagang di Bontang Kuala sangat penting, tetapi kesadaran dari para pengunjung sendiri jauh lebih penting,” lanjutnya.

Meski demikian, Bontang Kuala masih tetap menjadi spot terfavorit bagi masyarakat yang ingin menghabiskan akhir pekan. Biasanya, pengunjung baru datang ke Bontang Kuala saat matahari sudah mulai tenggelam. Seperti yang dialami Nada, salah satu pengunjung yang rutin ke Bontang Kuala tiap akhir pekan. “Kalau ke Bontang Kuala biasanya ramai-ramai sama keluarga. Seringnya sih, sore-sore setiap weekend,” ujar Nada.

Banyaknya jajanan dengan harga yang tidak menguras kantong jadi alasan para pengunjung sering datang ke Bontang Kuala, salah satunya bihun dan gorengan. Tempat-tempat yang biasa dikunjungi adalah sekitar belakang panggung dan kafe kapal. Bagi Nada, Bontang Kuala sudah menarik, tetapi akan lebih menarik jika lingkungannya terus dijaga agar tidak tercemar. Dia menginginkan, supaya di Bontang Kuala ditambah tempat untuk berteduh. “Misalnya semua meja diberi payung atau seperti gazebo,” sarannya. (*/swr/*/len/*/mus)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bontang postzetizen
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

DRAMATIS!!! Satu Jam Upaya Selamatkan Korban 

Next Post

Kodim Gelar Dialog dan Rapat Koordinasi 

Related Posts

Bontang Post Dinakhodai Pemimpin Baru
Bontang

Bontang Post Dinakhodai Pemimpin Baru

18 Oktober 2018, 11:53
Pesona Bawah Laut Bontang 
Lensa

Pesona Bawah Laut Bontang 

13 Oktober 2018, 11:10
Human Interest
Lensa

Human Interest

7 Oktober 2018, 11:10
Penertiban Pedagang KS Tubun
Lensa

Penertiban Pedagang KS Tubun

11 September 2018, 11:20
Gubernur Baru, Innalillahi…
Kolom Redaksi

Penuh Drama Bakal RI-2

12 Agustus 2018, 11:50
HEBAT!!! Wartawan Bontang Post Sabet Juara I dan II di Lomba Jurnalistik TMMD ke-102 
Bontang

HEBAT!!! Wartawan Bontang Post Sabet Juara I dan II di Lomba Jurnalistik TMMD ke-102 

9 Agustus 2018, 11:50

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Bulan, Polisi Ringkus 24 Tersangka Narkoba, Kasus Terbanyak di Bontang Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.