Catatan
Oleh: Lisnawati Ketua Kohati Badko Kaltimtara
SUATU budaya patriarki, banyak beranggapan perempuan adalah suatu pelayan atau hanya pendamping baik itu di ranah domestik maupun publik.
Tak jarang pendapat dan masukannya sedikit dikesampingkan atau menjadi nomor dua ketimbang kaum adam. Setiap perempuan memiliki kecerdasan emosional yang berbeda beda. Baik itu menyangkut sosial, politik maupun budaya.
Adapun perlu diketahui bersama secara terminologi arti perempuan itu berasal dari kata Per-Empu-An yang dapat di tafsirkan mampu sedangkan Per An itu konjungsi apabila di satukan maka akan menjadi perempuan yang artinya itu seseorang yang mampu.
Demikian pula perempuan sesuatu yang spesial terbukti ada beberapa ayat menyangkut dengan perempuan seperti An-nisa Al Baqarah : 187, 232,Al Hujarat : 13 At Taubah : 71 Ar Rum : 21 An Nahl : 72 An Nisa : 7, 19, 32 Ali Imran : 195 dan An Nur : 23.
Dalam diri perempuan pula mampu memiliki peran ganda baik di dalam ranah domestik maupun publik. Adapun peran perempuan adalah ketika menjadi Putri atau anak maka syurga buat kedua orag tuanya.
Ketika menjadi istri ia menyempurnakan setengah agama dari suami nya dan ketika ia menjadi ibu syurga ditelapak kakinya dan menjadi masyarakat ia mampu mewujudkan masyarakat yang adil makmur, makmur yang diridhoi Allah.
Berbicara mengenai perempuan sangatlah dinamis. Hal ini terlihat banyak sekali kaum perempuan diluar sana sudah mampu bersaing dengan kaum laki-laki dengan konteks yang tentunya tidak keluar dari aturan agama.
Hal tersebut ini juga tidak dapat ditampikkan dengan intrerpretasi akan kebebebasan yang dianut dan tak jarang ada golongan tertentu yang hanya melihat dari konteks satu sudut pandang saja.
Dalam ranah domestik ini juga merupakan peran utama perempuan ialah merupakan bagian dari keluaraga. Dimana ia adalah patner bagi suami dan keluarga dalam mendidik anaknya sebagai generasi yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.
Perlu diketahui ibu merupakan tiang negara. Ada sebuah pepatah mengatakan, “jika ibunya baik maka anaknya akan baik” atau jika pemimpin itu baik, maka dbelakangnya ada perempuan yang baik pula.
Tak kalah penting, perempuan merupakan agen perubahan dalam rumah tangga. Hampir semua kegiata didominasi oleh perempuan. Karena setiap perempuan adalah ibu. *Slamat Hari Ibu#*yakin usahasampai. (*/lis/dy)







