Belum ada ruang belajar pengganti pasca kebakaran lalu, membuat para murid Madrasah Aliyah Darul Dakwah wal Irsyah (MA DDI) kini mau tidak mau harus menumpang sementara di gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) DDI yang berlokasi tepat berada di depan lokasi kebakaran.
Bambang, Bontang
Selasa (2/1) kemarin seharusnya menjadi keceriaan bagi anak-anak sekolah. Pasalnya mereka kembali masuk sekolah usai menjalani masa libur panjang. Namun tidak halnya dengan 45 murid di MA DDI. Kondisi gedung sekolah mereka yang sudah rata dengan tanah, menyebabkan tidak bisa tidak mempunyai lagi ruang kelas untuk belajar. Sehingga di hari pertama masuk sekolah kemarin, mereka belum bisa belajar seperti halnya murid sekolah lainnya.
“Hari pertama ini murid kami datang ke sekolah untuk melihat kondisi sekolahnya. Rata-rata banyak yang kaget dan sedih karena sebelum liburan kemarin sekolah mereka masih ada, namun sekarang sisa puing-puing saja,” ujar Kepala MA DDI, Jamaluddin.
Untuk proses belajar mengajar kata Jamal, sementara pihaknya akan menumpang di gedung MI DDI sampai memiliki gedung sendiri. Adapun mekanisme jam belajarnya, akan dilakukan bergantian dengan dibagi dua waktu. Pertama di pagi hari pukul 07.00- 11.00 Wita digunakan oleh murid MI DDI, selanjutnya pukul 11.00-17.45 Wita baru digunakan untuk murid MA DDI.
“Waktu belajarnya juga terpaksa sedikit dipangkas. Dari yang satu jam pelajaran normalnya 45 menit, kini hanya 40 menit saja. Adapun pelajaran setelah Salat Asar, hanya 35 menit saja. Kalau hari jumat, masuknya setelah Salat Jumat,” sebutnya.
Meski begitu kata Jamal, dengan keadaan ini tak membuat para guru luntur semangatnya untuk mengajar. Meski dengan fasilitas seadanya, mereka tetap akan memaksimalkan pembelajaran kepada muridnya.
“Semoga saja segera ada bantuan dari Pemkot ataupun pihak lainnya. Sehingga kami bisa melaksanakan proses belajar mengajar dengan maksimal seperti semula lagi,” tukasnya.
Sebagai informasi, sejak kebakaran lalu, sumbangan donator terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat ke MA DDI. Salah satunya dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Bontang yang Selasa (2/1) kemarin melakukan aksi galang dana di persimpangan jalan mulai simpang Yabis hingga Simpang RS Amalia. Untuk tahap awal kata Jamal, pihaknya memprioritaskan untuk renovasi secretariat milik IGI (Ikatan Guru Indonedia) untuk dijadikan kantor guru sementara.
“Biar pembelajaran menjadi maksimal. Kebetulan Sekretariat IGI ini kemarin bangunannya tidak terbakar karena bukan dari bahan dasar kayu. Hanya dalamnya saja yang terbakar. Untuk itu kami renovasi saja untuk ruang guru sementara,” tukasnya. (***)






