• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Soal Impor Beras, Ini Permintaan Para Bupati untuk Pemerintah Pusat

by M Zulfikar Akbar
18 Januari 2018, 07:20
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
MINTA DIKAJI ULANG: Para Bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia meminta pemerintah pusat mengkaji kembali kebijakan impor beras. (CNNIndonesia/Safir Makki)

MINTA DIKAJI ULANG: Para Bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia meminta pemerintah pusat mengkaji kembali kebijakan impor beras. (CNNIndonesia/Safir Makki)

Share on FacebookShare on Twitter

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) meminta kepada pemerintah pusat untuk mengkaji kembali rencana impor beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand. Pemerintah pusat pun diminta untuk menkaji kembali (crosscheck) data riil beras di daerah-daerah.

“Berdasarkan data, fakta, dan masukan rekan-rekan bupati kepada dewan pengurus, maka Apkasi memberikan masukan kepada pemerintah pusat agar mengkaji dengan serius kebijakan impor beras tersebut sehingga tidak merugikan petani di daerah,” ujar Ketua Umum Apkasi Mardani H Maming dikutip dari Antara, Rabu (17/1).

Mardani yang juga menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan ini mengaku tengah menggalakkan pembangunan sektor pertanian di daerahnya. Ia berambisi wilayahnya dapat menjadi pusat pembibitan tanaman padi dan jagung untuk regional Kalimantan. “Kebijakan yang diambil ini harus benar-benar dipelajari. Kalau tidak, kebijakan impor ini justru bisa kontra produktif dan dapat memukul kondisi petani dalam negeri,” terang dia.

Baca Juga:  Kalsel Tolak Impor Beras

Hal senada juga dikemukakan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Menurut dia, pemerintah seharusnya mendengar suara dari para bupati yang mengetahui secara langsung kondisi komoditi beras di daerah.

Menurut dia, kebijakan impor beras itu, sangat tidak berpihak kepada rakyat.

“Kami jajaran pemerintah dan rakyat Kabupaten Serang berharap rencana impor beras dikaji lebih jauh terlebih dahulu,” terang Tatu.

Dia mengungkapkan, kebijakan impor hanya akan memberatkan rakyatnya yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Ia menjelaskan, di Kabupaten Serang, masa panen baru akan jatuh pada minggu ketiga Januari dan berlangsung selama dua hingga tiga bulan ke depan.

Adapun menurut data yang dimilikinya, menurut Tatu, rata-rata produksi beras di Serang selalu mengalami surplus setiap tahunnya.

Baca Juga:  Kalsel Tolak Impor Beras

Keberatan akan impor beras ini juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Bupati Sedang Bedagai Soekirman mengakatan, pada pekan ini, wilayahnya baru akan memasuki musmim panen raya. Harga beras di daerahnya pun diakui Soekirman terbilang sangat terjangkau, yakni sebesar Rp5.000 per kilogram.

“Kondisi yang sangat kondusif seperti ini, dipastikan bakal rusak dengan masuknya beras impor. Oleh karena itu, kami khawatir dengan rencana impor beras tersebut,” terang dia.

Bupati Merangin Al Haris juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut dia, stok beras cukup aman, dan hasil panen sawah program Pajale di Merangin, Jambi cukup berhasil.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kebijakan impor beras tidak akan mengganggu harga jual petani di daerah. Impor beras, menurut Kalla, dilakukan Bulog untuk memenuhi cadangan di atas 1 juta ton.

Baca Juga:  Kalsel Tolak Impor Beras

“Jangan lupa, kalau harga naik maka petani juga mendapat masalah. Petani zaman sekarang ini justru membeli beras, dan tidak ada lagi seperti dulu yakni memiliki lumbung padi,” jelasnya.

Sementara itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman mencatat kebijakan impor beras sejak 2016 tidak dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, sehingga kebijakan impor di awal 2018 bukan masalah besar.

“Kami ingin sampaikan beberapa capaian, capaian itu per hari ini adalah kita di 2016 – 2017 tidak ada impor beras medium,” kata Amran. (Antara)

Tags: impor beras
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

WOW!! Tiket Konser Celine Dion Rp 25 Juta

Next Post

HORE!! 130 Atlet Jadi PNS

Related Posts

Kalsel Tolak Impor Beras
Breaking News

Kalsel Tolak Impor Beras

10 Februari 2018, 08:40

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.