• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

5 Tips Cegah Demam Keong. Yuk di Cek

by M Zulfikar Akbar
21 Januari 2018, 07:05
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
TITIK PENYEBARAN: Salah satu lokasi penyebaran penyakit Schistosomiasis di wilayah Lore, dataran Napu, Poso, Sulawesi Tengah.  (IST)

TITIK PENYEBARAN: Salah satu lokasi penyebaran penyakit Schistosomiasis di wilayah Lore, dataran Napu, Poso, Sulawesi Tengah. (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

DEMAM keong atau schistosomiasis mulai meresahkan warga di Sulawesi Tengah. Namun, penyakit langka ini bisa dicegah, salah satunya dengan mempunyai sanitasi bersih.

Penyakit ini disebabkan oleh cacing atau larva schistosoma japonicum (serkaria) yang penyebarannya melalui perantara keong. Saat ini penyakit tersebut dialami oleh masyarakat yang tinggal di dekat area persawahan, tanah yang lembab, hingga kawasan semak-semak.

Penduduk disarankan untuk mencegah demam keong meski Anda tidak tinggal di Provinsi Sulawesi Tengah. Penyakit ini sangat mudah melanda, karena penularannya lewat larva yang berkembang biak menjadi cacing. Simak empat tips yang bisa mencegah penyebaran demam keong tersebut. Berikut rangkumannya berdasarkan paparan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK dr Sigit Priohutomo.

Baca Juga:  Demam Keong Melanda Sulteng

Ciptakan sanitasi bersih dan layak
Sebagai langkah pencegahan pertama, penduduk harus menjaga sanitasi supaya lebih higienis. Pada dasarnya cacing suka berkembang biak di bagian keong yang tempatnya jorok. Namun faktanya, di daerah yang tengah dilanda demam keong tersebut hampir tidak memiliki sanitasi yang baik. Daerah tersebut bisa dikategorikan sebagai wilayah endemis demam keong yang meresahkan. “Masyarakat harus menyediakan sarana air bersih dan sanitasi yang memadai dan mudah dijangkau,” tutur Sigit.

Pakai alas kaki
Masyarakat harus menggunakan alas kaki, terlebih ketika di sawah, kebun dan tempat-tempat lembab lainnya. Kaki Anda jadi terlindung dari cacing yang mudah menyusup ke kulit. Hindari menginjakkan kaki ke tempat-tempat yang basah, karena di sanalah keong yang terpapar cacing mudah berkembang biak.

Baca Juga:  Demam Keong Melanda Sulteng

Buat kandang yang layak untuk hewan
Demam keong juga bisa disebarkan lewat hewan ternak. Apalagi khsuus hewan ternak yang tidak punya kandang bersih dan layak. Anda perlu menyediakan tempat khusus bagi hewan ternak agar bisa diisolasi, supaya demam keong tidak menyebar kemana-mana.
“Harusnya hewan peliharaan harus dikandangkan di tempat yang memadai dan bersih tentunya,” terang Sigit.

Jangan buang air besar sembarangan
Perlikau buang air besar sembarangan masih saja dilakukan oleh beberapa orang-orang di daerah pinggiran kota besar. Padahal kebiasaan buruk ini memicu banyak penyakit. Sebaiknya, hindari buang air besar sembarangan, dampaknya bisa membuat Anda rentan mengalami penyakit infeksi, termasuk demam keong yang kini meresesahkan.

Baca Juga:  Demam Keong Melanda Sulteng

Cuci tangan pakai sabun
Saat usai menyelesaikan sesuatu hal biasakan untuk cuci tangan pakai sabun. Langkah ini 99% efektif mencegah penularan penyakit infeksi, seperti demam keong. Pastikan selalu sedia sabun di manapun dan dekat dengan air bersih yang mengalir. (net)

Tags: demam keong
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Demam Keong Melanda Sulteng

Next Post

Ini Cara Sehat Ganti Waktu Tidur yang Hilang

Related Posts

Demam Keong Melanda Sulteng
Breaking News

Demam Keong Melanda Sulteng

21 Januari 2018, 07:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.