SANGATTA – Sebuah rumah di Jalan Sulawesi RT 21 Sangatta Utara ludes dilalap api, Sabtu (10/2) dini hari. Kebakaran diduga disebabkan lilin yang lupa dimatikan. Peristiwa itu membuat rumah milik Hendrianto Pratama (31) ludes menjadi abu.
Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kutai Timur, Baharuddin, menyebutkan kebakaran terjadi saat pemadaman listrik. Belum diketahui penyebabnya. Pada saat bersamaan, Hendrianto sedang tidak dirumah. Hanya istri dan anaknya yang berada di rumah.
“Saat kebakaran hanya ada Siti Nurhaliza, istrinya dan ketiga anaknya. Sepertinya suaminya sedang bekerja. Syukur mereka dapat menyelamatkan diri,” ujarnya.
Menurut Zaenal, warga sekitar, kebakaran terjadi saat larut malam. Dirinya menduga kobaran api berasal dari lilin. “Entah dari mana asal api. Tiba tiba sudah besar sekali. Sepertinya berasal dari lilin,” paparnya.
Saat dikonfirmasi, Staf Pengamanan dan Penjagaan Pemadam Kebakaran, Doni menjelaskan dirinya menduga api berasal dari kamar.

“Kalau semalam saya memerhatikan kondisi rumah pasca kebakaran paling parah di kamar. Kemungkinan asal apinya ya dari kamar juga,” jelasnya.
Menurutnya kejadian tersebut tergolong cepat respon. Dirinya tidak merasa memiliki kendala saat proses pemadaman berlangsung. Setelah mendapat kabar, tim regunya bergegas melakukan koordinasi. Lima armada diturunkan. Dua unit dari pemadam Sangatta Utara, dua unit dari pemadam jalan Pendidikan dan satu unit dari pemadam barat.
“Untungnya saja cepat menghubungi pemadam. Jadi api belum sempat menyebar. Telat lima menit saja api pasti sudah merambat,” ucapnya.
Membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit, pemadam kebakaran dan tim penyelamatan lainnya mampu menjinakkan api. Hingga akhirnya api benar-benar dapat dipadamkan. Dirinya menjelaskan dari kejadian tersebut tak ada korban jiwa.
“Kami berupaya memadamkan api dengan cepat. Hal itu supaya api tidak sampai kerumah tetangga. Syukur saja tidak memakan korban jiwa,” tutupnya. (*/la)







