SANGATTA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua membantah jika pihaknya masih menerima dana subsidi dari pemerintah.
Pernyataan tersebut sekaligus mengklarifikasi kabar yang ‘menuduh’ PDAM masih menerima subsidi. Apalagi kabar itu disiarkan tanpa konfirmasi.
Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Aji Mirni Mawarni mengakui, pihaknya memang mendapatkan subsidi sebesar Rp 3 miliar dari Pemkab Kutim. Namun perlu diketahui, pengajuan dana subsidi tersebut sebelum penerapatan tarif baru PDAM. Bukan setelah penerapan tarif baru.
Karena setelah tarif baru, pihaknya sudah meniadakan permohonan subsidi. Itu merupakan komitmen dan konsekuensi yang harus diterima pasca penerapan kenaikan tarif.
“Jadi kami perlu jelaskan bahwa PDAM sudah komitmen untuk tidak menerima subsidi lagi. Adapun uang subsidi sebesar Rp 3 miliar tersebut adalah pengajuan sebelumnya. Sebelum diterapkan tarif baru. Pada saat penerapan tarif baru kami sudah komit tidak terima subsidi lagi,” jelas Aji Mirni Mawarni, Selasa (14/11) kemarin .
Dana itu pun, bukan untuk keperluan ringan, akan tetapi kebutuhan mendasar yakni membayar utang sebelumnya. Untuk diketahui, utang PDAM saat ini sebesar Rp 8 miliar. Nah dana tiga miliar itulah untuk sedikit menutupi utang.
“Utang kami Rp 8 miliar. Mulai dari beli solar, perbaikan kerusakan, assesoris, dan lainnya. Tetapi uang yang kami dapat ini untuk bayar utang solar dan pemasangan listrik saja,” kata Mirni.
Disinggung masalah keuntungan, dirinnya mengaku belum dapat memastikan hal tersebut. Pasalnya, hal itu baru dapat diketahui jika sudah genap setahun.
“Tetapi kami yakin meskipun tanpa subsidi bisa mengatasi masalah ini. Bahkan sebelum akhir tahun 2018 ini sisa utang bisa lunas,” katanya. (dy)





