BONTANG – Kepedulian komunitas Agya Ayla Community Borneo Indonesia (AACBI) terhadap keselamatan pengguna jalan, diwujudkan dengan gerakan tambal ruas jalan berlubang. Rabu (21/3) malam, menyasar tiga titik di Kota Taman.
Rupaya, kegiatan yang terlaksana sejak dua tahun lalu ini mendapat apresiasi dari Kepolisian Daerah Kalimantan Timur pada Oktober 2017. Berbekal semen, pasir, dan koral, Tim Relawan Peduli Lalu Lintas bahu membahu menyemen beberapa bagian jalan yang berlubang dan rusak.
“Bukan jalan berlubang saja, trotoar bolong atau anjlok kami benahi, targetnya seberang Polres, Jalan Bhayangkara. Sepanjang Jalan Letjen MT Haryono, depan Telkom Plasa Bontang, dan Jalan Letjend R Suprapto, depan Hotel Raodah,” papar Yudi Lesmana, pencetus Tim Relawan Peduli Lalu Lintas AACBI yang sedang bergerak di Kota Bontang.
Sejak 2016, telah banyak jalan rusak yang mengalami perbaikan. Diantaranya, Simpang Empat Bukit Sekatup Damai (BSD), wilayah perumahan Pesona Bukit Sintuk, Jalan KS Tubun, turunan Jalan Lenjen S Parman, dan masih banyak titik lainnya.
Nilai lebih dari kegiatan sosial ini, anggaran yang dipakai merupakan swadaya dari anggota Agya Ayla Community Bontang (AACB). “Kami patungan seikhlasnya, kisaran Rp 20 ribu per orang. Hasilnya untuk keperluan beli semen, pasir, dan koral,” tambah Yudi.
Peduli lalu lintas bukan hanya memperbaiki jalan rusak. Membenahi rambu jalan menjadi pelengkap komunitas roda empat ini berperan aktif membantu Polda Kaltim dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Banyak kan rambu-rambu jalan yang peok akibat kecelakaan lalu lintas atau terhalang pohon liar. Kami hadir untuk membenahinya agar rambu dapat terlihat jelas bagi pengendara, utamanya saat malam hari. Pembenahan itu kami lakukan sepanjang perjalanan Bontang-Samarinda,” ucapnya.
Ini merupakan bentuk kepedulian AACBI kepada masyarakat dan kecintaan terhadap Kota Bontang. “Kami tidak mau pengendara menjadi korban sia-sia di jalan. Kalau roda empat, paling velg atau ban rusak. Tapi riskan untuk roda dua, bisa jatuh, hingga berisiko meninggal dunia,” ujar dia.
Yudi mengajak seluruh pemilik kendaraan Agya Ayla domisili Bontang, terkhusus yang belum bergabung di komunitas ini untuk dapat ikut berpatisipasi pada beragam kegiatan sosial lainnya. (ra/sos)


