BONTANGPOST.ID, Bontang – Sebanyak 27.756 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang terdampak penghentian sementara operasional 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (2/11/2026).
Akibatnya, para penerima manfaat dari dapur yang berhenti beroperasi tersebut tidak mendapatkan penyaluran makanan seperti biasanya.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Bontang Ahmad Nur Fauzi menjelaskan, penghentian sementara itu berkaitan dengan persoalan pencairan dana dari pemerintah pusat. Selain itu, sejumlah pengelola SPPG masih harus menyelesaikan kelengkapan administrasi yang menjadi persyaratan operasional.
“Untuk sementara ada 12 SPPG yang tidak beroperasi hari ini,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Fauzi menyebutkan, proses pencairan anggaran saat ini menerapkan mekanisme yang lebih ketat. Karena itu, setiap pengelola dapur diminta memastikan seluruh dokumen administrasi telah lengkap dan sesuai dengan ketentuan BGN.
Tidak hanya persoalan pencairan dana, BGN pusat juga dijadwalkan melakukan audit keuangan terhadap seluruh SPPG. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan penggunaan anggaran program dapat dipertanggungjawabkan.
Dari total 12 dapur yang menghentikan sementara pelayanan, enam berada di Kecamatan Bontang Utara. Kemudian lima SPPG berlokasi di Bontang Selatan dan satu lainnya di Bontang Barat.
Hingga kini, belum ada kepastian seluruh dapur tersebut dapat kembali beroperasi. BGN Bontang masih berharap kendala administrasi maupun pencairan anggaran segera teratasi agar penyaluran MBG kembali berjalan.
“Mudah-mudahan Selasa bisa beroperasi lagi,” pungkasnya. (*)







