• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Tak Piawai Gunakan Alat Modern

by M Zulfikar Akbar
9 April 2018, 12:26
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
DOK
ALAT MODERN: Petani membajak sawah menggunakan alat modern.

DOK ALAT MODERN: Petani membajak sawah menggunakan alat modern.

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Salah satu persoalan sektor pertanian di Kutim adalah banyaknya petani yang sudah tua. Mereka kesulitan untuk menggunakan alat modern. Sebab itu Pemkab membantu mereka dengan membentuk Unit Pelayanan Jasa Alat mesin pertanian (Upja Alsintan) di sejumlah Kecamatan.
Unit bentukan Dinas Pertanian Kutim itu bertugas sebagai penyedia jasa, mulai jasa membajak sawah hingga memanen padi menggunakan alsintan kelompok tani yang didapat dari bantuan pemerintah. Upja Alsintan diisi perwakilan dari tiap kelompok tani yang masih usia produktif, bukan PNS, bukan pula pengurus dari gabungan kelompok tani (Gapoktan). Untuk mengakomodirnya ada ketua yang disebut manajer dengan tambahan syarat memiliki pendidikan minimal strata 1.
Kepala Dinas Pertanian diwakili Kepala Seksi (Kasi) Pembiayaan dan Alat Mesin Rofitqoh Istikhoroh menjelaskan, kendala di lapangan didapati para petani banyak berusia lanjut (tua) sehingga baik tenaga maupun ketrampilan dalam pengunaan mesin kurang. Sedangkan lahan yang digarap cukup luas. Agar itu berjalan maka dibetuklah Upja untuk membantu kesulitan para petani.
“Mereka (upja alsintan) melayani kebutuhan jasa pengelolaan tanah hingga pemanenan. Diupah oleh petani itu dan menggunakan alat dari kelompok tani mereka sendiri,” kata Rofitqoh saat ditemui di ruang kerjanya belum ini.
Lebih lanjut, dia menjelaskan dari upah yang diberikan para pentani ke Upja, itu sudah termasuk upah pekerjanya, bbm dan kas yang nanti dipergunakan untuk pengembangan Upja. Kemudian nilai upah yang ditawarkan tentunya lebih rendah dari penyedia jasa swasta.
“Misalnya, penyedia jasa swasta kasih harga Rp 1,5 juta untuk jasa panen padi luasan 1 hektare, ya Upja Alsintan di bawah itu, kalau bisa Rp 1 juta,” tuturnya.
Pembentukan Upja ini juga sesuai dengan amanat pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25/Permentan/PL.1305/2008 tentang pedoman penumbuhan dan pengembangan usaha pelayanan jasa dan mesin pertanian. (hd)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Maju Ke DPD RI Demi Bangun Daerah

Next Post

Wabup: K3 Hak Dasar Karyawan

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.