• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Xingpake Terbesar di Dunia

by BontangPost
21 April 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
TERBESAR DI DUNIA: Pura-pura minum kopi di Starbuck terbesar di dunia di Kota Shanghai bersama gadis-gadis asal Jepang.(Dahlan Iskan)

TERBESAR DI DUNIA: Pura-pura minum kopi di Starbuck terbesar di dunia di Kota Shanghai bersama gadis-gadis asal Jepang.(Dahlan Iskan)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Saya bukan penggemar kopi. Tapi saya harus masuk warung kopi satu ini. Demi disway.

Di dekat show room Tesla. Di Shanghai. Orang Tiongkok menyebut warung kopi ini Xingpake. Orang Amerika menyebutnya: Starbucks.

Inilah Starbucks terbesar di dunia.  Pemiliknya: Jack Ma. Laobannya  Alibaba.

Saya bukan penggemar kopi. Meski waktu kecil sering diminta menggoreng kopi. Di wajan terbuat dari tanah liat. Di dapur yang terbuat dari tanah. Yang apinya dari kayu bakar. Atau daun kelapa kering.

Saya ingat benar: biji kopinya hanya satu genggam. Tapi jagungnya lima genggam. Sebagai campuran. Digoreng bersama. Sampai hitam. Lalu diangkat. Ditumpahkan ke tampah. Diecer-ecer. Agar tidak menggerombol. Lalu saya diminta menumbuknya. Di lumpang batu. Dengan alu kecil. Sampai jadi bubuk lembut:  dimasukkan toples kaca. Untuk ayah. Yang tiap pagi sore harus minum kopi. Sambil merokok. Rokok bikinan sendiri. Tembakau yang beliau taruh di dalam gulungan kulit jagung.

Saya tidak minum kopi. Dan tidak merokok. Saya kagum dengan teman saya: Robert Lai. Dari Singapura itu. Yang bisa menceritakan nikmatnya minum kopi seperti nikmatnya main golf. Yang bisa membedakan aroma satu kopi dengan lainnya. Yang selalu marah melihat teman lain yang minum kopi disertai gula.

Baca Juga:  Pemilu Big Data Dalam Humor

”Anda ini mau minum kopi atau gula,” begitu selalu tegurnya.

Anak-anak saya semua penggemar kopi. Sejak sekolah di Amerika. Fanatik. Bahkan anak perempuan saya mengoleksi tempat kopi. Namanya tumbler. Yang  dibelinya di berbagai kota di dunia.

Itu memudahkan saya memberikan hadiah ulang tahunnya. Dua hari lalu.

Bisa juga saya jadikan alasan untuk masuk Starbucks terbesar di dunia itu: beli tumbler. Yang ekslusif. Hanya dijual di situ. Yang saya tahu Isna Iskan belum memilikinya.

Wow! Masuk Starbucks, eh Xingpake, terbesar di dunia ini memang beda.

Yang saya tahu hanya salah satu kopi yang dicampur di mesin di situ disebut kopi Sumatera Kerinci. Di samping kopi dari berbagai belahan dunia.

Baca Juga:  Obat #Stress2019 Ala Shanghai

Kesan saya desain dan sistem di Starbucks terbesar ini mirip Apple Store. Terutama yang di New York.

Dibuat dua lantai tapi lantai duanya setengah mezanin. Bisa lihat ke lantai bawah. Terutama ke mesin-mesin pengolah kopi. Yang mendemonstrasikan penggorengan kopinya. Yang modern. Yang suhu, racikan dan waktunya diatur oleh komputer.

Yang tidak seperti penggorengan kopi saat saya masih kecil. Yang kadang terlalu gosong.

Tapi berada di dalam Starbucks ini saya tidak happy. Hanya bisa menikmati ramainya orang. Yang terkagum-kagum. Yang pada selfie. Yang banyak juga di antara mereka yang hanya minum juice.

Saya lebih bahagia saat masuk ke kedai kopi milik Pak Iwan. Bulan lalu. Di Banyuwangi. Di kampung Osing. Kampungnya suku asli Banyuwangi yang berbahasa Osing.

Tempatnya rindang. Ditata dengan sangat alami. Bisa melihat wanita-wanita Osing memainkan musik lesung. Yang umurnya ada yang sudah 90 tahun. Yang masih kuat mengayun alu untuk ditutukan ke lubang lesung. Menimbulkan bunyi-bunyian cool pedesaan.

Baca Juga:  Menengok Si Jilbab di Nanjing

Di situ saya juga bisa makan ketan, makan ayam pecel, singkong goreng, uyah-asem atau juga disebut kesrut ayam, tomyamkung-nya Banyuwangi yang sedap itu.

Memang saya juga tidak minum kopi di kedai pak Iwan. Tapi bisa mendengar penjelasan beliau. Ahli racik kopi kelas dunia. Tentang cara yang benar menggoreng kopi menumbuknya, menyimpannya, menyeduhnya, dan mengaduknya.

Bahkan saya bisa ikut praktik menggoreng kopi di wajan tanah seperti masa kecil dulu. Ikut pula memainkan musik lesung bersama ibu-ibu Osing.

Menurut penelitian pak Iwan untuk wajan sebesar wajan tanah itu jumlah kopi yang bisa digoreng hanya 6 ons. Kalau lebih, atau kurang, penggorengannya kurang sempurna.

Di Starbucks terbesar ini saya lihat serba besar: sekali goreng sekitar 50 kg. Maklum, wajannya juga raksasa. Program komputer membuatnya gak perlu takut gosong.

Kalau saja minum kopi bisa bikin tulisan ini lebih baik, saya akan meminumnya. (dis)

Tags: catatan dahlan iksan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sering Tiba-Tiba Sakit Kepala, Ini Tiga Hal Penyebabnya

Next Post

Selamat Datang Masyarakat Berbudaya Komentar

Related Posts

Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dag Dig Dug Pemilu Malaysia

9 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Manufacturing Hope

8 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Adu Kuat Kereta Cepat

4 Mei 2018, 09:15
Obat #Stress2019 Ala Shanghai
Dahlan Iskan

Obat #Stress2019 Ala Shanghai

3 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Problem Bule Baca Disway

2 Mei 2018, 09:15
Ideologi Republik dari Kansas
Dahlan Iskan

Ideologi Republik dari Kansas

1 Mei 2018, 09:15

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.