BONTANG – Jelang Ramadan, PT Pertamina (Persero) memastikan stok gas melon atau elpiji 3 kilogram (kg) di Bontang berada dalam kondisi aman. Masyarakat Bontang pengguna gas melon juga diminta tak perlu khawatir.
Pasalnya, kuota elpiji 3 kg setiap harinya mencapai 4.480 tabung untuk 2 agen di Kota Taman. Hal tersebut disampaikan Pertamina melalui Sales Executive LPG Kaltim Al Muhajir Kahuripan.
Muhajir menyebut, pihaknya juga akan menambah kuota elpiji 3 kg jelang Ramadan. “Dalam menghadapi bulan puasa, Pertamina akan menyiapkan satgas untuk menambah kuota gas elpiji dari normalnya, sekitar 5 sampai 10 persen,” jelas Muhajir saat melaksanakan sidak pedagang nakal elpiji 3 kg, Rabu (25/4) lalu.
Dikatakan dia, biasanya bila ada penambahan kuota dari jumlah normal hanya sekira 3 sampai 5 persen. Tetapi mendekati Ramadan dan Lebaran, penambahan kuota bisa mencapai 10 persen. “Hanya saja memang belum ditetapkan angka pastinya,” ujarnya.
Selama ini, di Bontang sebenarnya tak pernah ada kelangkaan gas elpiji 3 kg. Untuk harganya pun tidak ada kenaikan yakni masih Rp 18 ribu di setiap pangkalan resmi elpiji 3 kg. Sehingga, Muhajir pun cukup kaget ketiga terdapat kabar bahwa di Bontang terjadi kenaikan harga elpiji 3 kg. “Kami cukup kaget atas pemberitaan itu, karena selama ini tak pernah ada pengurangan kuota untuk di Bontang. Bahkan harganya pun tidak ada kenaikan. Karena elpiji 3 kg ini sudah disubsidi,” ungkapnya.
Senada dengan Pertamina, Agen elpiji 3 kg PT Pantai Subur membenarkan. Dikatakan Direktur PT Pantai Subur Musriadi, setiap hari di tempatnya masuk elpiji 3 kg sebanyak 560, dikali 5 truk, hingga totalnya mencapai 2.800 tabung. Setelah stok datang dari Pertamina, pihaknya akan langsung menyalurkan ke para pangkalan sebanyak 24 pangkalan. Sehingga setiap pangkalan bisa mendapat jatah 100 sampai 200 tabung. “Harga di agen masih tetap yakni Rp 16 ribu, kalau di pangkalan semuanya rata Rp 18 ribu,” ujarnya.
Sementara itu Amriadi, Direktur agen PT Akawi, menyatakan hal yang sama. Kata dia, setiap hari stok datang sebanyak 1.680 tabung. Ketika sampai di Bontang maka akan langsung disalurkan ke 27 pangkalan yang aktif terdata di PT Akawi.
“Penyaluran ke pangkalan bisa sampai malam tergantung stoknya sampai di Bontang jam berapa. Setiap pangkalan pun ada yang mendapat jatah 50, 100 tabung, hingga 125 tabung. Untuk pembagian kami lihat dari tokonya,” ungkap dia.
Terkait harga yang melambung tinggi di eceran para agen juga mengaku heran. Pasalnya, jika sudah sampai di pangkalan maka bukan lagi kewenangan mereka. Sebelumnya diberitakan gas elpiji 3 kilogram mencapai harga tinggi. Mulai dari Rp 28 ribu, Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu. Para pengguna elpiji 3 kilogram pun menjadi resah dengan harga yang melambung karena khawatir terjadi kelangkaan. (mga)






