• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Sekarang, Reformasi atau Repot-Masih?

by BontangPost
20 Mei 2018, 11:10
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
YAHYA YABO

YAHYA YABO

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: N Yahya Yabo (Pegiat sastra dan teater)

Bulan Mei memang menjadi catatan sejarah tersendiri pada tahun 1998.  Pada tahun ini terjadi pergerakan mahasiswa secara besar-besaran. Bukan hanya mahasiswa tetapi kelompok-kelompok masyarakat sipil juga ikut turun menuntut akan sebuah perubahan. Pergerakan ini disebabkan ketidakpuasan terhadap penguasa saat itu yang memang sudah berkuasa lebih dari 30 tahun. Ketidakpuasan itu terjadi akibat dari beberapa penyebabnya di antaranya kepemimpinan yang otoriter, terjadinya krisis moneter 98 hingga kejenuhan terhadap pemimpin yang hanya itu-itu saja sehingga bentuk kebebasan terpenjara.

Pada awal bulan Mei terjadi unjuk rasa yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa. Tercatat ada beberapa unjuk rasa yang terjadi diantarnya yaitu unjuk rasa oleh mahasiwa Trisakti yang hingga akhirnya menjadi tragedi penembakan mahasiswa oleh aparat yang saat itu terjadi pada pada tanggal 12 Mei. Kejadian-kejadian berlanjut Tragedi Semanggi 1 dan Semanggi 2. Di beberapa daerah di seluruh Indonesia juga terjadi pergerakan yang menolak rezim yang disebut sebagai rezim Orba (orde baru).

Saat itu yang menjadi tujuan dan cita-cita yang melakukan pergerakan (mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil) mengiginkan adanya  perubahan yang terjadi salah satunya adalah Reformasi. Reformasi akan membuat masyarakat menjadi lebih bebas menentukan sikap tanpa takut didiskriminasi oleh penguasa, lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat yang pada orde sebelumnya sangat jarang terjadi. Saat mahasiswa dan kelompok sipil bisa menguasai gedung DPR/MPR RI yang menjadi puncak dari pergerakan yang dilakukan sehingga pada saat itu presiden yang sedang memimpin mendapat tekanan dari pergerakan sehingga presiden memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Saat itu juga sudah dimulainya era Reformasi.

Setelah saat ini 20 tahun Reformasi, memang dampak dari Reformasi ada. Kita sudah lebih bisa menentukan sikap tanpa takut didiskriminasi, mendapatkan kebebasan berpendapat di muka umum dan lain sebagainya. Hanya saja apakah memang sudah benar cita-cita Reformasi sudah berjalan sesuai dengan cita-citanya dulu 20 tahun silam atau kita masih sibuk dengan urusan masing-masing yang tidak sejalan dengan cita-cita para penggerak Reformasi lalu? Ataukah kita masih saja repot dengan urusan caci maki, ketimpangan sosial, sibuk beradu argumen tanpa ada penyelesaian dan masih banyak lagi yang terjadi di negeri ini, saat negara lain sudah berlomba-lomba dengan kecanggihan dan kemutakhiran karya-karya mereka. Kita sudah benar-benar ber-Reformasi atau kita hanya  “Repot- masih” dengan urusan kita masing-masing?. (**)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Catatan Warga Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jelang Porprov, Kutim Kebut Pembangunan Venue 

Next Post

Berburu Takjil

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.