BONTANG – Guna mewujudkan Bontang menjadi smart city melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar pelatihan komputer bagi masyarakat pesisir selatan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini perusahaan menggandeng Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTI) STITEK Bontang.
Kegiatan ini dibuka secara resmi Senin (23/1) kemarin di Aula Kantor Walikota Bontang. Rencananya, pelatihan dilaksanakan pada 29 Januari hingga 12 Februari mendatang di Kelurahan Bontang Lestari. Turut hadir pada pembukaan ini GM Umum Pupuk Kaltim Nur Said, Kepala Bagian Hubungan Eksternal Humas Pupuk Kaltim, Wali Kota Bonntang Neni Moerniaeni, Kepala Dinas Pendidikan, Lurah Bontang Lestari, dan Kepala STITEK Bontang Hardianto.
Dalam sambutannya, Hardianto mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang telah mendukung secara penuh kegiatan pelatihan komputer ini. Diikuti sekitar 57 peserta dari masyarakat pesisir Bontang Lestari juga perwakilan siswa SMP Negeri 6 Bontang Lestari.
Pelatihan yang mengangkat tema “Pelatihan Komputer untuk Mencerdaskan Masyarakat Guna Mewujudkan Bontang Smart City” ini menargetkan masyarakat pesisir agar melek teknologi. Dengan narasumber utama dari Pupuk Kaltim dan STITEK Bontang. “Selamat mengikuti pelatihan ini, semoga ilmu yang diperoleh dapat membawa manfaat dan ditularkan kembali lingkungan sekitar,” ujar dia.
Senada dengan Nur Said, ia mengucapkan terima kasih kepada HMTI STITEK Bontang atas kerjasama yang telah terjalin sehingga kegiatan ini dapat diselenggarakan. Kegiatan ini merupakan bentuk CSR Pupuk Kaltim di bidang pendidikan juga sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat Kota Taman sesuai dengan perkembangan zaman di masa modern seperti ini.
Pelatihan komputer ini merupakan gagasan mahasiswa STITEK Bontang sebagai pelaksana kegiatan dan Pupuk Kaltim sebagai penyandang dana utama. Bertujuan untuk mewujudkan misi Kota Bontang sebagai smart city dengan memperkenalkan teknologi komputer dan internet sehingga dapat menciptakan masyarakat yang tidak gagap teknologi sesuai tuntutan pembangunan.
“Kepada seluruh peserta pelatihan dapat menyerap seluruh ilmu dan pelajaran dengan baik sehingga dapat menerapkan hasil dari pelatihan ini di lingkungan masing-masing serta dapat membuka usaha secara mandiri,” harap Nur Said.
Sementara Neni Moerniaeni mengapresiasi pelatihan komputer tersebut. Sebab baginya, di era globalisasi ini kita harus bahkan wajib menguasai dunia melalui teknologi informatika. Ia juga mengharapkan melalui pelatihan dari HMTI STITEK Bontang kepada warga pesisir selatan untuk dapat menyerap ilmu-ilmu yang diberikan agar tidak gagal teknologi. Kemajuan teknologi tentu ada sisi positifnya, namun tidak sedikit juga berdampak negatif.
“Maka kuasailah sisi positif dari teknologi informatika agar kita dapat menguasai dunia di era globalisasi ini. Terima kasih kepada STITEK Bontang melalui program CSR Pupuk Kaltim ini dalam mempersiapkan masyarakat Bontang yang melek teknologi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini para peserta pelatihan yang kebanyakan anak-anak, nantinya mampu menjawab mimpi dari Pemkot Bontang yakni menjadi kota industri yang bertumpu pada SDM yang berkualitas. Kita tidak boleh kalah dengan persaingan ekonomi masyarakat asia. “Kita diapit perusahaan industri, jangan jadi penontonnya saja. Kita mampu, kita harus siap dan punya ilmu untuk menghadapi kemajuan,” tutupnya sekaligus membuka dengan resmi pelatihan ini. (ra/adv)







