• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

DPRD: Hapus Sistem Zonasi 

by BontangPost
9 Juli 2018, 11:55
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Agus Haris(DOK/BONTANG POST)

Agus Haris(DOK/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

POLEMIK Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) baik di tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) terdengar di telinga legislator. Komisi I yang menangani bidang pendidikan pun angkat bicara. Ketua Komisi I Agus Haris mengatakan telah banyak menerima aduan dari warga selama proses PPDB berlangsung. Ia meminta agar pemerintah menghapus sistem zonasi.

Aturan zonasi ini termuat dalam Permendikbud Nomor 14 tahun 2018. Tujuannya agar tidak ada sekolah yang memperoleh predikat sebagai sekolah unggulan.  “Hapus saja sistem zonasi, karena terbukti banyak menimbulkan polemik daripada positifnya,” ungkap Agus Haris kepada Bontang Post, Sabtu (8/7).

Politisi Gerindra ini mengatakan terdapat banyak warga yang tidak memperoleh sekolah, kendati lokasinya berdekatan antara rumah dengan sekolah sangat dekat. Pasalnya kediaman warga tersebut tidak masuk dalam radius yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara.

Baca Juga:  Mantan Ketua OSIS Bisa Daftar PPDB Lewat Jalur Prestasi

“Banyak yang mengadu ke saya, kenapa tidak bisa masuk sekolah padahal jarak rumahnya dekat,” kata dia seraya menirukan keluhan warga.

Agus Haris pun meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) mengkaji ulang kebijakan ini. Mengingat Disdik Bontang yang merumuskan detail sistem zonasi tersebut. Jika tidak maka sebaiknya dilakukan penghapusan sistem zonasi.

Ia pun menyadari bakal banyak pro dan kontra terkait pendapatnya. Namun langkah ini dipandang untuk menemukan polemik terkecil dari suatu permasalahan.

Kendati demikian,  Agus Haris menyetujui proses PPDB dilakukan secara online. Tujuannya setiap warga dapat memantau perkembangan dalam setiap tahapannya. Sistem ini pun juga untuk menghindari adanya intervensi maupun titipan dari pihak manapun.

Baca Juga:  Baru 18 Pendaftar, Kuota SMK 2 Masih Banyak Lowong

“Kalau online-nya saya setuju. Karena ada unsur keterbukaan, sehingga setiap mata pasti mengawasinya,” tuturnya.

Anggota DPRD Bontang dari daerah pemilihan Bontang Utara ini pun meminta kepada Disdik untuk melakukan pendampingan bagi masyarakat yang kurang melek ilmu teknologi. Caranya dengan melakukan pendaftaran secara manual, selanjutnya penginputan dikerjakan oleh operator.

“Perlu difasilitasi saja yang tidak bisa mengoperasikan sistem melalui teknologi. Didampingi sehingga hak untuk mendapatkan sekolah putra-putrinya tidak hilang,” pungkasnya. (ak)

Tags: ppdb smaSistem Zonasi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PPDB SMA Satu Zona, Terapkan Radius  

Next Post

Pupuk Indonesia Siap Salurkan Bantuan Pupuk

Related Posts

Pendaftar PPDB SMA Bontang Membeludak di Hari Terakhir​
Bontang

Pendaftar PPDB SMA Bontang Membeludak di Hari Terakhir​

15 Juni 2024, 09:00
Baru 18 Pendaftar, Kuota SMK 2 Masih Banyak Lowong
Bontang

Baru 18 Pendaftar, Kuota SMK 2 Masih Banyak Lowong

14 Juni 2024, 14:00
Verifikasi Berkas PPDB SMA di Bontang Terkendala Administrasi
Bontang

Verifikasi Berkas PPDB SMA di Bontang Terkendala Administrasi

11 Juni 2024, 14:06
Simulasi PPDB SMA Dijadwalkan Pekan Depan
Bontang

Kuota Jalur Zonasi PPDB Langsung Penuh, Masih Ada Seleksi

5 Juni 2024, 16:00
PPDB SMA Dimulai Dua Pekan Lagi, Sekolah Belum Lakukan Simulasi Aplikasi
Bontang

Tiga Skema Jalur PPDB Dibuka, Pendaftar Boleh Pilih Tiga Sekolah

24 Mei 2024, 11:18
Juknis PPDB SMA Terbit, Ratusan Siswa Berebut Kuota Kursi
Bontang

Juknis PPDB SMA Terbit, Ratusan Siswa Berebut Kuota Kursi

18 Mei 2024, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.